AJI Bengkulu Kenalkan Kelompok Difabel Kerja Jurnalis

Tidak kurang dari 40-an orang dari penyandang disabilitas yang hadir hari ini, diperkenalkan langsung dengan kerja-kerja jurnalis televisi. (Foto: AJI Bengkulu)
inidata.id - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bengkulu dan kelompok penyandang disabilitas mengunjungi kantor RB Televisi (RBTV), pada Jumat (11/10/2019). Kunjungan ini merupakan bagian dari program pelatihan menulis yang dilakukan AJI Bengkulu bekerjasama dengan Pusat Informasi dan Konsultasi Perempuan Penyandang Disabilitas (PIK-PPD).

Kedatangan penyandang disabilitas disambut langsung oleh Pimred RBTV, Purnama Sakti. Setelah memperkenalkan proses kerja jurnalistik, para tamu dari kalangan difabel ini diajak berkeliling untuk melihat semua ruangan hingga berita bisa ditonton publik.

Ketua AJI Bengkulu, Harry Siswoyo mengatakan, tidak kurang dari 40-an orang dari penyandang disabilitas yang hadir hari ini, diperkenalkan langsung dengan kerja-kerja jurnalis televisi yang selama ini sering mereka tonton.

"Mereka bisa melihat langsung bagaimana media televisi bekerja mengolah berita, lalu menyajikannya kepada masyarakat," ujar Harry Siswoyo.

Dia menjelaskan, penyandang disabilitas ini sebelumnya telah diberikan pembelajaran tentang menulis, fotografi, vidiografi dan menggambar. Dari anggota penyandang disabilitas yang mengikuti kegiatan itu didominasi oleh tuna rungu dan daksa.

"Ini sudah pertemuan kedelapan setiap hari Jumat di Kantor Dinas Sosial Provinsi mulai pukul 14.00 WIB," ucap Harry Siswoyo.

Mantan redaktur sebuah siber ternama di Jakarta itu berharap penyandang disabilitas ini dapat menyuarakan haknya melalui tulisan. Sebab, selama ini, kelompok disabilitas kurang mendapat perhatian dari pemerintah, dan swasta. Padahal mereka mampu jika diberikan tugas.

"Menulis bisa menyuarakan hak. Dengan menulis, bisa mengekspresikan diri. Mereka memiliki hak yang sama," kata Harry Siswoyo sebagaimana diberitakan radarbengkuluonline.com.

Pimpinan Redaksi RBTV, Purnama Sakti, mengaku senang adanya kunjungan  kelompok disabilitas ini. Dia berharap setelah melihat bagaimana jurnalis tivi dalam mengolah suatu informasi sehingga menjadi layak untuk ditonton publik.

“Kami sangat senang dengan kunjungan kawan-kawan disabilitas ini. Semoga setelah melihat secara langsung proses kerja jurnalis tivi, kawan-kawan ini mendapatkan pengetahuan baru terkait dengan proses kerja jurnalis hingga layak untuk ditonton publik,” ujar Purnama Sakti.

Selain menjelaskan proses kerja jurnalistik tivi hingga gambar tayang, Purnama juga mempersilakan perwakilan difabel untuk mencoba menjadi layaknya seorang penyiar.

“Kami juga butuh teman-teman (disabilitas) untuk menerjemahkan apa yang disampaikan pembawa berita kepada public. Dulu kami pernah ada,” ucap Purnama Sakti.

Sementara itu salah seorang perwakilan kelompok difabel Tia, mengaku senang dan mendapatkan pengalaman baru dengan kunjungan ini.

"Saya tadi mencoba siaran dan seolah-olah menjadi penyiar. Saya sangat senang. Proses siaran ini ternyata tidak semudah seperti yang dibayangkan orang. Apalagi telah menjadi tontonan yang menarik," tutur Tia semringah.

Sementara itu Ketua Pusat Informasi dan Konsultasi Perempuan Penyandang Disabilitas (PIK-PPD) atau Pendamping difabel, Irna Riza Yuliastuti berharap pada pihak management RBTV untuk juga memberikan kesempatan kepada kalangan difabel jika ada slot untuk pekerjaan di media. “Mereka ini mampu untuk bekerja dan mandiri," ujar Irna.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter