Festival Santri Baca Kitab Kuning

inidata.id - Gebyar Hari Santri Nasional PCNU Kota Pontianak, Kalimantan Barat, menggelar lomba baca kitab kuning yang diikuti sedikitnya 40 peserta dari seluruh pondok pesantren di Kota Pontianak dan sekitarnya.

Festival Santri Baca Kitab Kuning ini digelar di Eks Stand STQ Alun-alun Kapuas Pontianak. Ketua PCNU Kota Pontianak Ahmaf Faruki mengatakan, kegiatan santri membaca kitab kuning sama halnya dengan mempertahankan Indonesia di masa depan.

“Kitab kuning yang juga sering disebut kitab gundul adalah kitab-kitab tradisional yang berisi pelajaran-pelajaran agama Islam, sehingga dengan melestarikan membaca dan mempelajari kitab Kunung sama halnya melestarikan dan belajar Islam,” kata Ahmaf Faruki.

Dia bilang, kitab kuining ini diajarkan di dayah-dayah. Isinya beragam, mulai dari fiqih, aqidah, akhlak atau tasawuf, tata bahasa arab, hingga sosial kemasyarakatan. "Kitab kuning disebut gundul lantaran tidak memiliki baris seperti halnya kitab suci Alquran,".

Ketua panitia Hari Santri Nasioan 2019, Ahmad Bustomi, mengatakan Qiraatul Kutub ini tidak sekadar kompetisi, tetapi juga salah satu cara untuk memahami ilmu Alloh yang ada di dunia.

“Ketika kita ingin memahami isi dari Al-Quran dan Sunnah, maka pembelajaran kitab kuning sangat membantu,” ujarnya.

Dia meyakini bahwa Festival Santri Baca Kitab Kuning ini akan berdampak positif bagi generasi yang akan datang.

“Ini adalah momentum kebangkitan dalam menjadikan umat Islam masa yang akan datang, sebagai masyarakat berilmu menjadi tafaqquh fiddin yang mampu memperteguh keimanan kita kepada Alloh SWT,” kata Ahmad Bustomi.

Dia bilang, Musabaqah Qiraatul Kutub tingkat santri akan menjadi agenda resmi setiap 1 tahun sekali dengan tema Santri Untuk Perdamaian Dunia.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter