-->

KS

Gubernur NTB : Ambil Langkah Jaga Aset Taman Nasional

inidata.id - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zulkiefli Mansyah, menegaskan akan mengambil langkah cepat, tepat dan diperlukan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di wilayah Taman Nasional Gunung Tambora dan Rinjani.

Langkah ini diambil Gubernur yang biasa disapa Bang Zul ini menyikapi berbagai laporan dan situasi kebakaran lahan TN Tambora dan Rinjani baru baru ini. Kebakaran hutan dan lahan ini  dilaporkan terjadi sejak Sabtu (21/10/2019) lalu hingga kini.

Pemerintah Provinsi NTB melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sendiri kata Bang Zul telah melakukan upaya pemadaman bersama jajaran TNI dan Polri. Menurut dia, pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah kebakaran lebih luas di dua taman nasional tersebut dan kebakaran hutan atau lahan di seluruh wilayah NTB lainnya.

" Kita akan mengambil upaya bersama untuk menangani kebakaran hutan di Taman Nasional Rinjani dan Tambora. Itu aset NTB, kita berusaha menjaganya, " kata Bang Zul hari ini.

Berbagai laporan menyebutkan kebakaran kawasan hutan di kaki gunung Rinjani dan Tambora terjadi di wilayah Desa Senaru Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Sembalun Lombok Timur. Selanjutnya, terjadi di Doro Nanca, Desa Sori Tatanga Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu.

Sesuai laporan citra satelit Lembaga Pengembangan Antariksa Nasional (LAPAN) sebagai mana di rilies, Minggu, 20 Oktober 2019. Terdapat lebih dari 174 spot titik panas atau api di wilayah NTB. 30 titik diantaranya berada di TN Gunung Tambora. Sisanya, berada di Rinjani dan wilayah kabupaten kota lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Pertanian NTB, Khusnul Fauzi, meluruskan tuduhan kebakaran terjadi akibat pembukaan lahan pertanian baru untuk menanam komuditas Jagung sebagaimana di gagas Pemprov NTB, Pemkab Bima dan Dompu.

Jagung menurut dia, bukan penyebab kebakaran hutan akibat beralih fungsinya lahan hutan ke lahan pertanian terbuka. Menurutnya, program nasional pengembangan Jagung di targetkan untuk lahan yang sudah terverifikasi dan di audit oleh inspektorat dan lembaga negara lainnya.

" Tidak ada area tanaman jagung yang di kembangkan Pemprov di kawasan TN gunung Tambora. Lahan Jagung, itu harus clear dan clean. Jagung tidak boleh ditanamkan dengan kemiringan lahan kurang dari 15 persen. Itu tegas dalam SOP. Sebab Jagung berakar serabut dan tidak bisa menyerap cadangan air," kata Khusnul, menjawab wartawan, di Mataram.

Ia meminta semua pihak menjaga kawasan hutan dengan tidak menebang pohon di hutan lindung. Iya yakin,  pembukaan lahan pertanian oleh masyarakat bukan dikawasan hutan lindung.

Sebelumnya, media mencatat, tim kepolisian Polsek Tambora dan Polres Bima dan Dompu di BKO kan bersama personel TNI dari Kodim Bima, untuk membantu pemadaman kebakaran hutan di Gunung Tambora.

Personel Polisi dibantu TNI terus dilipat gandakan agar kebakaran tidak meluas. Pun begitupula, jajaran dari Polres Lombok Timur juga menerjun personel dibantu TNI, bahu membahu ikut memadamkan, kobaran api di kaki Gunung Rinjani Desa Sembalun, Lombok Timur.

Related Posts

Posting Komentar

Kiri Ads

REKOMENDASI

NA

Advertisement

Subscribe Our Newsletter