Guru PAUD di Lampung Memasyarakatkan Pendidikan Karakter

inidata.id - Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE – KK) bekerjasama dengan Direktorat Jendral Guru dan Tentang Kependidikan (GTK) dan Indonesia Heritage Foundation (IHF) akan menggelar kegiatan pelatihan akbar.

Kegiatan pelatihan kabar yang mengusung tema Aplikasi Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK) Pendidikan Efektif dan Saintifik untuk Membentuk Akhlak, Daya Pikir Kritis dan Kreativitas Anak ini akan dilaksanakanpada  dari 25 – 27 Oktober 2019   di Gedung GSG Unila, Rajabasa, Bandar Lampung.

Ketua Umum Erni Guntarti Tjahjo Kumolo, mengatakan, OASE – KK organisasi yang konsen program terhadap pendidikan  yang bertujuan untuk menyiapkan generasi muda yang cerdak, kreatif dan karakter.

“Kegiatan pelatihan ini bertujuan  untuk meningkatkan kualitas guru TK/PAUD/RA,” ujar Erni Tjahjo Kumolo.

Pelatihan ini, kata Erni, diperuntukan untuk guru-guru PAUD di wilayah Lampung dan sekitarnya. Sebelumnya, OASE – KK sudah menggelar pelatihan  ini di 73 kota dan diikuti sekitar 70 ribu guru PAUD.

“Untuk itu kami membutuhkan dukungan dari bunda PAUD di Lampung. Apalagi, Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk meningkan kualitas guru PAUD. Mudah-mudahan pelatihan gratis di Lampung ini juga sukses seperti di daerah lainnya," ujar Erni Tjahjo Kumolo.

Sementara itu, Ibu Gubernur Lampung yang juga Bunda Paud Lampung Riana Sari Arinal Junaidi,didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Drs Sulpakar,MM, mengatakan,Lampung menyambut baik kegiatan programpelatihan guru PAUD yang diadakan OASE - KK.

"Kami jajaran pengurus PAUD di Lampung siap memasyarakatkan pendidikan karakter lewat para guru," ujar Bunda PAUD Lampung Riana Sari

Pada kesempatan pembukaan pelatihan  akan ditpilkan tari Betupping dari SMA Negeri Kotagajah, Lampung Tengah, yang pernah memenangkan dalam ajang Mask Festival di Korea .Sedangkan pada acara penutipan akaan dipersbahlan tari Dana Muli persembahan SMA Negeri 15 Bandar Lampung.
Kabid Kebudayaan Disdikbud Lampung Heni Astuti M.IP mengatakan, kedua tari yang ditampilkan dari sanggar selolah inisarat dengan nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal.

 "Media seni juga dapat dijadikan sebagai salah satu sarana pemantik dalam memasyarakatkan  pendidikan karakter," kata Heni Astuti mengunci perbincangan. (Teks dan foto : Ko Chris Tian)

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter