Ini Cara amankan Objek Vital Kelistrikan PLN

Agung Murdifi menyinggung masalah tindaklanjut  penandatanganan MoU antara KASAD dengan Direksi PLN terkait pengamanan objek vital, salah satunya adalah MoU pengamanan pasokan batubara untuk mesin PLTU yang ada di Sintang, Sanggau, Ketapang, dan Bengkayang.
inidata.id - General Manager PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat, Agung Murdifi, bersilahturahim ke markas Komando Daerah Militer XII/ Tanjungpura, pada Senin (28/10/2019). Kunjungan dia beserta jajarannya ini disambut langsung oleh Panglima Komando Daerah Militer XII/ Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Muhammad Nur Rahmad.

Dalam kesempatan tersebut Agung Murdifi menyampaikan kondisi kelistrikan di Kalimantan Barat, khususnya sistem Khatulistiwa.

"Kami terus berupaya untuk menjaga keandalan pasokan listrik (PLN). Jika terjadi padam akibat gangguan listrik maka upaya percepatan pemulihan harus segera dilakukan," kata Agung Murdifi.

Agung Murdifi menyinggung masalah tindaklanjut  penandatanganan MoU antara KASAD dengan Direksi PLN terkait pengamanan objek vital, salah satunya adalah MoU pengamanan pasokan batubara untuk mesin PLTU yang ada di Sintang, Sanggau, Ketapang, dan Bengkayang.
Panglima Komando Daerah Militer XII/ Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Muhammad Nur Rahmad berkata, pengamanan batubara untuk keperluan PLTU, perlu sinergisitas antara PLN dengan anggota TNI.

"Penandatanganan MoU antara KASAD dengan Direksi PLN dapat dilanjutkan dengan MoU antara Pangdam dan GM PLN," ujar jenderal bintang dua itu.

Mayor Jenderal TNI Muhammad Nur Rahmad bilang agar anggota TNI memahami bagaimana melakukan upaya pengamanan yang baik dan benar, pihak PLN dapat memberikan semacam pelatihan kepada anggota TNI.

"Ada kegiatan bersama yang dapat dilakukan, salah satunya membuat radio di desa-desa untuk menyebar informasi kepada masyarakat. Hal tersebut termasuk salah satu indikator desa mandiri yang berjumlah 52 kriteria, yakni tersedianya sarana informasi pada desa tersebut," kata Mayor Jenderal TNI Muhammad Nur Rahmad.

Mayor Jenderal TNI Muhammad Nur Rahmad berpesan agar seluruh anggotanya dapat bertindak tegas untuk mengamankan kawasan ROW,  yakni kawasan yang dilewati jaringan transmisi untuk mengantisipasi segala potensi yang dapat menyebabkan gangguan listrik.

"Saya mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga kawasan ROW dari segala potensi yang dapat menyebabkan gangguan listrik, seperti layang-layang, pohon dan tanam tumbuh milik warga, dan lain-lain agar pasokan listrik (PLN) kita aman ," tutur pria kelahiran Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, 25 November 1965 itu.


Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter