Kapolda Bilang, Karhutla Lebih Berbahaya dari Narkoba

inidata.id - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono, Selasa, 15 Oktober 2019, mengucap terima kasih pada semua komponen masyarakat Kalbar yang telah bersama mengatasi Karhutla.

“Berkat sinergitas mengatasi Karhutla, kalbar mendapat apresiasi dari Menteri KLKH atas percepatan penanganannya yang sinergis melalui kerja keras semua pihak," kata dia.

Dia bilang, Karhutla lebih berbahaya dari Narkoba. "Kita tahu narkoba sangat berbahaya namun kita bisa menghindar. Akan tetapi kalau Karhutla kita tidak bisa menghindar dari udara yang sudah terpapar yang berdampak terhadap kesehatan. Berbagai langkah kita lakukan agar tahun depan 2020 Kalbar harus bebas dari Karhutla, saat ini 99 kasus karhutla kita tangani, 64 dalam proses penyidikan sisanya penyelidikan dan 34 kasus merupakan korporasi,” kata dia.

Mencermati sejarah perjuangan, maka sebagai anak bangsa sudah menjadi kewajiban kita semua untuk terus menggelorakan semangat Kebhinekaan persatuan dan kesatuan bangsa, dimulai dari lingkup yang paling sederhana yaitu dengan mencintai dan merawat keberagaman yang kita miliki khususnya di Bumi Khatulistiwa kita tercinta.

“Kalbar merupakan provinsi terluas ke – empat se – indonesia, lebih luas dari keseluruhan pulau Jawa dan Bali. Yang memiliki bentangan 1 1/6 pulau jawa dengan luas wilayah 146.807,90 km2 meliputi 14 kabupaten/kota. 174 kecamatan, 2131 desa/kelurahan, memiliki jumlah penduduk terbanyak se-pulau kalimantan dan  berbatasan langsung dengan negara malaysia, dengan panjang perbatasan darat antara Indonesia – Malaysia ± 966 km,” kata dia.

Mengingat kondisi geografis Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan serawak (negara bagian Malaysia) menjadikan dinamika Kamtibmas Kalimantan Barat mengarah kepada extra ordinary crimes (kejahatan-kejahatan yang bersifat luar biasa), bentuk-bentuk kejahatan antarnegara seperti perdagangan manusia, masuknya paham-paham berimplikasi terhadap gangguan dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

“Potensi kerawanan itu semua kita antisipasi dengan tetap mengelolanya agar kamtibmas tetap kondusif, karena situasi kamtibmas yang kondusif adalah modal dasar dari pembangunan nasional. Tidak ada satu pun daerah yang dapat meningkat kualitas kehidupan masyarakatnya dan memajukan daerahnya jika kamtibmasnya terganggu. Kondisi kamtibmas yang ideal adalah situasi yang adem (aman, damai, energik dan mantap) dalam beraktifitas sehari-hari,” kata dia.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter