Kata Sutarmidji Soal Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kilogram


inidata.id - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji turut menanggapi terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang mulai sulit didapat warga Kalbar di pasaran. Menurut dia, kelangkaan gas melon itu tidak seharusnya terjadi, sebab persediaan elpiji 3 kilogram oleh Pertamina tidak berkurang, bahkan bertambah.

"Saya gak tahu nih sangsotnye (kacau) di mana, karena Pertamina bilang pasokan tidak berkurang, bahkan bertambah. Kenapa sering terjadi seperti ini," ujar Sutarmidji saat diwawancarai wartawan di Pontianak, Kamis (31/10/2019) soal kelangkaan gas elpiji 3 kilogram. 

Dia menilai terjadinya kelangkaan elpiji 3 kilogram disebabkan oleh kelalaian PT Pertamina (Persero) wilayah Kalimantan Barat mengawasi rantai distribusi. Hal ini ditambah dengan sikap Pertamina yang tidak tegas terhadap mitra atau agen pangkalan penyalur gas elpiji subsidi ini. Bahkan, dia mengaku telah berulang kali mengingatkan Pertamina untuk melakukan evaluasi jaringan distribusi.

"Saya sudah sering katakan pada mereka, evaluasi jaringan distribusi. Agen-agen yang tidak bisa menjawab kebutuhan di wilayahnya, itu cabut izinnya, jangan dibiarkan. Kalau tidak demikian, tidak selesai-selesai urusan ini. Nanti dua bulan genah (beres), terjadi lagi," kata Sutarmidji dalam keterangan tertulisnya. "Kan tidak mungkin saya terus-terusan minta GM-nya (Pertamina Kalbar) diganti. GM yang sebelumnya baru dua bulan sudah ganti, jangan-jangan GM yang baru ini baru satu minggu sudah ganti lagi, karena dia baru empat hari," ujar Sutarmidji menjelaskan terkait kelangkaan elpiji 3 kilogram.

Untuk itu,dia meminta  persoalan kelangkaan elpiji 3 kilogram ini menjadi perhatian serius Pertamina. Karena hal ini, kata dia, sangat berdampak pada masyarakat. Terlebih lagi selain mengantre, akibat kelangkaan ini, masyarakat harus mengeluarkan biaya lebih tinggi.

"Saya minta ditangani (elpiji 3 kilogram) betul-betullah. Kasihan masyarakatnya. Sudah ngantre, harganya mahal, apalagi di daerah. Misalnya di Kota Pontianak harganya Rp16,5 ribu, di Kabupaten Kapuas Hulu bisa sampai Rp30 ribu. Bagaimana masyarakat bisa sejahtera," kata Sutarmidji.

Oleh karenanya, dia kembali menegaskan agar soal kelangkaan elpiji3 kilogram ini ditangani serius oleh Pertamina. Bahkan dia meminta Pertamina tidak segan mencabut izin agen, pangkalan atau pengecer gas elpiji apabila ada permainan sehingga menyebabkan terjadinya kelangkaan. Pemerintah daerah juga dimintanya untuk mengatur hal tersebut dan mencari formula agar persoalan yang berulang ini tidak lagi terjadi.

"Saya minta ini (elpiji 3 kilogram) betul-betul digenahkan (dibereskan). Cabut saja semuanya (izin pangkalan) kalau mereka curang dalam pendistribusian elpiji 3 kilogram. Pemdanya juga harus mengatur. Pertamina juga harus koordinasi dengan Pemda, jangan mentang-mentang BUMN lalu seenaknya saja. Kalau sudah masalah, masyarakat kan tetap mengadu ke Pemda. Itu yang jadi masalah dan harus diselesaikan. Alur distribusinya harus dievaluasi oleh Pertamina," kata Sutarmidji.



Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter