Keberagaman Budaya Silahturahmi di Kalimantan Barat



inidata.id - Tarian dearah Papua dengan lagu Sajo-sajo menjadi pembuka acara Silahturahmi Kebudayaan dan Forum Grup Discussion (FGD) di Provinsi Kalimantan Barat.  Berbagai macam paguyuban etnis di Provinsi Kalimantan Barat berkumpul di Rumah Adat Melayu.  Terdata 22 Paguyuban etnis hadir dalam acara Silahturahmi yang dikemas dengan tema Dengan Semangat Sumpah Pemuda, Kita Rawat Kebersamaan Guna Memelihara Kebhinekaan di Bumi Khatulistiwa.

Ketua Majlis Adat Budaya Melayu Kalbar Chairil effendy  yang membuka acara mengatakan bahwa Provinsi Kalimantan Barat merupakan satu satunya Provinsi di Indonesia yang setiap bulannya paguyuban paguyuban berkumpul untuk bertemu dan berdiskui.

“Saya akan mengutip dari salah satu Profesor di Indonesia yang mengatakan bahwa Provinsi Kalimantan Barat adalah satu satunya Provinsi di Indonesia yang ketua peguyubannya atau tokoh tokoh suku dan etnis yang setiap bulannya mengadakan coffee morning atau pertemuan,” kata Chairil effendy, Kamis (17/10/2019).

Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono yang turut menjadi narasumber dalam acara FGD ini menyampaikan materi dengan judul Dengan Semangat Sumpah Pemuda Kita Rawat Kebersamaan. Seiring perkembangan Indonesia sebagai negara yang majemuk dengan 1.340 suku dan 742 bahasa. 

Munculah pemikiran perjuangan yang bersifat nasional, yakni perjuangan dengan persatuan dan kesatuan bangsa indonesia yang mempunyai tekad untuk membangun bangsa yang dinyatakan secara tegas dengan sumpah pemuda pada tanggal 28 oktober 1928 dengan ikrar Satu Nusa, Satu Bangsa, dan menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Kemudian tekad inilah yang mengantar ke pencapaian tonggak sejarah, bersatu padu memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 agustus 1945.

“Kalimantan Barat merupakan Provinsi terluas ke – empat se – Indonesia, lebih luas dari keseluruhan pulau Jawa dan Bali. Yang memiliki bentangan 1 1/6 pulau Jawa dengan luas wilayah  146.807,90 km2 meliputi 14 kabupaten/kota 174 kecamatan, 2131 desa/kelurahan,” kata Didi Haryono.

“Kami memiliki data ada 484 organisasi kemasyarakatan di seluruh Kalbar, 216 yang tergolong aktif. Selain itu terdapat sebanyak 17 organisasi kemahasiswaan, dan 51 organisasi yang bergerak di bidang kepemudaan. Semua organisasi tersebut mewadahi semua golongan masyarakat kalimantan barat yang multietnis, dalam melaksanakan kegiatan sesuai dengan bidangnya,” kata Didi Haryono.


Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter