Rp253 juta Diberikan PLN Kalbar, untuk Siapa?

inidata.id - PLN UIW Kalimantan Barat melalui program PLN Peduli menyerahkan bantuan sebesar Rp 253 juta untuk bantuan Sarana & Prasarana Kampung Literasi, Pengembangan Bank Sampah Rosella, Pelatihan Wirausaha Disabilitas dan Pengembangan Desa Wisata. Bantuan tersebut diberikan bersamaan dengan peringatan Hari Aksara Internasional yang digelar di Rumah Pintar, Rasau, Kabupaten Kubu Raya pada Rabu (30/10/2019).
Bantuan diberikan masing-masing senilai Rp50 juta untuk Sarana dan Prasarana Kampung Literasi Selamat, Rp53 juta untuk Pengembangan Bank sampah Rosella, Rp100 juta untuk Pelatihan Wirausaha Disabilitas dan Rp50 juta untuk Pengembangan Desa Wisata Rajati Flower Garden. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji kepada para penerima program PLN Peduli.
General Manager PLN UIW Kalimantan Barat, Agung Murdifi, mengatakan bahwa bantuan tersebut diberikan untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pemberdayaan masyarakat. “Dalam rangka memperingati Hari Aksara Internasional, pada hari ini kami menyerahkan beberapa bantuan yang semoga bermanfaat bagi masyarakat. Ini merupakan wujud tanggung jawab sosial PLN,”.

Ia menambahkan, pemberian bantuan seperti Kampung Literasi akan meningkatkan minat membaca bagi masyarakat. “Kegiatan membaca merupakan pondasi agar masyarakat memiliki pemahaman yang utuh, serta membentuk masyarakat pembelajar. Di kampung literasi ini memiliki 6 kecakapan literasi yakni literasi baca tulis, literasi berhitung, literasi sains, literasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), literasi keuangan serta literasi budaya dan kewarganegaraan," kata dia dalam pesan digitalnya.
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, mengapresiasi upaya PLN karena turut membangun masyarakat Kalimantan Barat melalui program PLN Peduli. “Terima kasih kepada PLN karena sudah turut serta untuk membangun masyarakat Kalimantan Barat melalui program PLN Pedulinya, semoga dapat dimanfaatkan oleh penerima bantuan dengan baik,".

Gubernur Sutarmidji berkata bahwa Hari Aksara Internasional, berkaitan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), karena lamanya orang belajar di Kalimantan Barat baru mencapai 7,2 tahun, tapi harapan untuk pendidikan lanjutan bagi anak yang berumur 18 tahun kebawah itu sudah mencapai 16 tahun dan itu sudah bagus, tetapi untuk usia 25 tahun ke atas rata-rata baru sekitar 7,2 tahun.



Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter