Seperti Apa Wujud Program Langit Biru di Kalimantan Barat?

FGD Program Langit Biru di Bumi Khatulistiwa dibuka langsung oleh Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Muhammad Nur Rahmad.
inidata.id - Setelah beberapa waktu lalu melaksanakan dengan komponen masyarakat, Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura mencari solusi yang tepat dalam penanganan Karhutla di Kalimantan Barat, kembali menggelar Focus Group Discussion (FGD). Kali ini dengan para Civitas Akademika Kalimantan Barat bertempat di Aula Makodam XII/Tpr. Dengan tema Program Langit Biru di Bumi Khatulistiwa.

FGD Program Langit Biru di Bumi Khatulistiwa dibuka langsung oleh Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Muhammad Nur Rahmad. Dengan narasumber di antaranya, Pangdam XII/Tanjungpura, Rektor Universitas Tanjungpura Profesor DR Garuda Wiko, dosen Politeknik Negeri Pontianak, Revi Sesario, Presiden Mahasiswa Untan Kaharudin.
FGD Program Langit Biru di Bumi Khatulistiwa dipandu oleh moderator saudari Nabila Husen. Pada kesempatan itu, Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Muhammad Nur Rahmad, menyebut Karhutla yang terjadi terus menerus setiap tahun berdampak pada sendi-sendi kehidupan. Namun demikian penanganannya belum terintegrasi.

"Oleh karena itu program yang akan kita kerjakan yaitu Program Langit Biru di Bumi Khatulistiwa ini adalah salah satu bentuk solusi alternatif dalam penanganan Karhutla," kata Mayor Jenderal TNI Muhammad Nur Rahmad.

Sedangkan saat menjadi narasumber, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad menyampaikan, ada 25 kementerian yang terlibat dalam penanganan Karhutla. Sampai dengan saat ini terkesan masih melakukan upaya masing-masing.

"Untuk itu diperlukan sinergi Penthahelix, yaitu kerja sama antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat dan media seperti yang kita lakukan saat ini," kata Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Muhammad Nur Rahmad.

Hal senada disampaikan oleh Profesor DR Garuda Wiko. Dia menilai, di era modern manusia tidak dapat hidup sendiri. Begitu juga upaya penanganan Karhutla di Kalimantan Barat harus dilakukan semua pihak secara bersama-sama.

"Menangani karhutla diperlukan adanya saling kolaborasi dari semua pihak sehingga akan lebih efektif dan efisien," kata Profesor DR Garuda Wiko dalam FGD Program Langit Biru di Bumi Khatulistiwa.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter