Wakapolda Kalbar : Tugas kedepan Semakin Komplek



inidata.id - Sosialisasi soal Perkap No. 1 tahun 2019 tentang sistem manajemen dan keberhasilan Opsnal Polri ini digelar pada  Kamis, 24 Oktober 2019, di Kota Pontianak.  Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan  Brigadir Jenderal  Polisi Imam Sugianto menyebut  guna  mendukung keamanan dalam rangka mewujudkan keberhasilan pembangunan khususnya wilayah Provinsi Kalimantan Barat sebagai daerah perbatasan diperlukan sumber daya manusia Polri yang mumpuni. Ini penting dilakukan dalam pelaksanaan tugasnya.

“Sehingga apa yang di harapkan masyarakat terhadap polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban sosial dapat terlaksana dengan baik,” kata Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan  Brigadir Jenderal  Polisi Imam Sugianto.

Ia menjelaskan, hal ini tentu sesuai dengan lima program kerja Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia lima tahun mendatang. Salah satu program utama dan yang menjadi prioritas Presiden Joko Widodo (Jokowi)  adalah pembangunan sumber daya manusia dengan menciptakan generasi pekerja keras yang dinamis, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

​“Menindaklanjuti itu polri dalam menghadapi fenomena globalisasi sebagai akibat pesatnya perkembangan teknologi dan informasi yang telah memberikan manfaat yang besar. Namun juga membawa berbagai potensi gangguan sehingga polri di tuntut harus bergerak cepat dan terus melakukan pembenahan serta perbaikan secara menyeluruh, termasuk dalam membuat kebijakan dan peraturan agar polri tetap survive dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagaiman diatur di dalam undang-undang,” ujarnya.
 Oleh karenanya, ia menjelaskan  pada kesempatan ini dilaksanakan sosialisasi oleh tim dari SOPS Polri terkait Perkap No. 1 tahun 2019 tentang sistem manajemen dan standar keberhasilan operasional polri sebagai bentuk revisi dari aturan sebelumnya.  Sosialisasi ini sesuai dengan asas dalam hukum yaitu asas lex posterior derogat legi priori yaitu pada peraturan yang sederajat, peraturan yang paling baru mencabut peraturan yang lama. jadi peraturan yang telah diganti dengan peraturan yang baru, secara otomatis dengan asas ini peraturan yang lama tidak berlaku lagi.

“Suatu perubahan peraturan pastinya memuat perubahan penting dari peraturan sebelumnya, maka dari itu perlu dilaksanakan sosialisasi ini agar kita semua memahami pada bagian mana saja dan maksud serta di adakan perubahan terhadap peraturan tersebut,” tutur Brigadir Jenderal  Polisi  Imam Sugianto.

Diharapkan kepada seluruh peserta memanfaatkan kegiatan ini untuk bertanya dan berdiskusi dengan narasumber. “Agar kedepan  kita selaku pelaksana peraturan dapat bekerja sesuai prosedur dan tidak menyalahi aturan sehingga dalam pelaksanaan tugas di lapangan tetap menjunjung tinggi kode etik polri yang meliputi etika kepribadian, etika kelembagaan, etika kenegaraan dan menjaga hubungan yang baik dengan masyarakat yang dilandasi dengan nilai-nilai Pancasila, Tribrata, dan Catur Prasetya,” ucap Brigadir Jenderal  Polisi Imam Sugianto penuh harap. “Semoga sosialisasi dan penyuluhan ini dapat menjadi momentum dan memotivasi kita semua untuk meningkatkan kinerja yang lebih baik dan berkesinambungan serta dilakukan secara sistematis, sinergis dan terkoordinasi antar fungsi,”.
 Dari kegiatan itu, ia berharap  pahami dan di pedomani dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Demikian juga, sekembalinya ke kesatuan masing-masing agar para peserta menyampaikan materi yang didapat selama sosialisasi ini kepada anggota yang lainnya.

“Sehingga dapat meningkatkan wawasan kepada kita untuk menghadapi tantangan tugas kedepan yang semakin komplek,” kata Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan  Brigadir Jenderal  Polisi Imam Sugianto. (*)



Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter