Bangunan Ilegal di Kampus UIII Digusur Sat Pol PP

Pembangunan kampus UIII ini memiliki cita-cita agar bisa menjadi pusat kajian dan penelitian peradaban Islam.
Sat Pol PP gusur bangunan liar di lahan UIII (DepokToday,Rul)
inidata.id - Sejumlah bangunan liar yang berada di kawasan proyek Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di lahan RRI, Cisalak, Depok, Jawa Barat akhirnya ditertibkan aparat gabungan pada Kamis, 7 November 2019. Aksi ini nyaris diwarnai kericuhan.

Pantauan di lapangan, saat penggusuran berlangsung sejumlah warga yang mengaku sebagai penggarap atas lahan itu sempat melakukan perlawanan. Sebabnya, mereka sampai saat ini belum menerima ganti rugi apapun atas penertiban tersebut.
“Saya warga negara yang punya hak juga. Kami disini menggarap sudah puluhan tahun, lebih dari 20 tahun. Kenapa kami diperlakukan seperti ini, itu rumah-rumah rakyat, kami punya hak dan ada badan hukumnya juga,” kata Amir, salah satu perwakilan warga yang terdampak proyek.
Aksi protes sejumlah warga itu pun sempat diwarnai ketegangan. Namun hal itu tak berlangsung lama. Sejumlah aparat akhirnya berhasil mengambil alih sejumlah lahan yang terbukti adalah lahan milik negara.

“Tenang, satu hal, kami disini tidak akan anarkis. Tapi tolong perhatikan hak-hak kami,” kata Amir yang kemudian ditenangkan sejumlah aparat.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok, Lienda Ratnanurdiany mengungkapkan, pada penertiban ini pihaknya melibatkan sebanyak 2.195 personil aparat gabungan yang terdiri dari, Satpol PP, Linmas, Dishub, DLHK, PUPR, Dinkes, Damkar, Kesbangpol sebanyak 795 personil, kemudian TNI 400 personil dan Polri 1000 personil.

“Target hari ini adalah penertiban 150 lahan yang tidak termasuk lingkup peraturan presiden nomor 62 yaitu yang tidak mendapat santunan,” katanya.

Wanita yang akrab disapa Lienda itu mengatakan, sejumlah bangunan yang berdiri di lahan negara ini ada yang permanen dan ada pula yang semi permanen. “Jadi sekarang itu kami penguasaan lahan,” katanya sebagaimana diberitakan laman situs berita Depoktoday.com.

Penertiban ini, kata Lienda, akan dilakukan secara bertahap. “Yang tahap satu ini diperkirakan luasnya 80 hektar, dengan tiga paket pengerjaan. Pertama PT Waskita Karya kemudian ada PT. Brantas Adhi Braya, Ini pembangunan tahap satu selama tujuh hari berturut-turut,”.

Untuk diketahui, biaya pembangunan kampus itu ditaksir mencapai Rp3,5 triliun dan termasuk sebagai salah satu proyek strategis nasional.


Pemerintah menargetkan, proyek di lahan seluas 142 hektare itu rampung dalam waktu 4 tahun. Pembangunan kampus UIII ini memiliki cita-cita agar bisa menjadi pusat kajian dan penelitian peradaban Islam.


Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter