Diklat Pengenalan dan Manajemen Perpustakaan

inidata.id - Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Ferynia secara resmi membuka kegiatan Diklat Pengenalan Perpustakaan dan Diklat Manajemen Perpustakaan di Provinsi Lampung, di Hotel Horison Bandarlampung, Senin (4/11/2019).

Diklat Pengenalan Perpustakaan ini diselenggarakan pada tanggal 4-8 November 2019. Sedangkan Diklat Manajemen Perpustakaan diselenggarakan pada tanggal 4-12 November 2019.

Ferynia mengatakan kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Perpusnas RI yang merupakan Diklat Teknis Bidang Kepustakawanan di Provinsi Lampung.

Ferynia menjelaskan Diklat Pengenalan Perpustakaan memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar bagi peserta dalam mengelola perpustakaan di unit perpustakaan, dokumentasi dan informasi yang berada di semua jenis perpustakaan.

Sedangkan Diklat Manajemen Perpustakaan bertujuan untuk memberikan pendidikan dan pelatihan kepada Para Kepala Perpustakaan atau Pejabat Struktural agar memahami bagaimana manajemen di lingkungan perpustakaan.

"Hal ini disebabkan perpustakaan memiliki tingkat manajemen yang sedikit berbeda dengan manajemen pada umumnya, dan berkaitan erat dengan subyek-subyek perpustakaan yang bermacam-macam," ujar Ferynia.

Ferynia melanjutkan dengan diselenggarakannya diklat tersebut, diharapkan peserta diklat manajemen perpustakaan untuk mulai menciptakan karakter pustakawan yang harus pintar.

Menurut dia, saat ini masyarakat membutuhkan pustakawan yang dapat membantu memecahkan masalah yang dihadapi pemustaka.

"Hal ini akan dapat menjadi kebanggaan tersendiri bagi profesi pustakawan," katanya.

Begitu juga kepada para peserta Diklat Pengenalan Perpustakaan, Ferynia berharap penyelenggaraan diklat itu dapat meningkatkan pengetahuan dan para peserta memiliki dasar-dasar keterampilan dalam mengelola perpustakaan, dokumentasi dan informasi.

"Melalui kesempatan yang baik ini, saya mengucapkan selamat kepada para peserta diklat pengenalan perpustakaan dan manajemen perpustakaan, semoga dapat mengikuti diklat ini dengan baik," ujarnya.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perpustakaan Nasional RI, Widiyanto mengatakan diera globalisasi informasi saat ini, keberadaan perpustakaan sudah merupakan salah satu unit kerja atau lembaga yang diperlukan masyarakat, terutama untuk memenuhi kebutuhan akan informasi.

Menurut dia, perpustakaan dinilai sebagai pusat sumber informasi yang penting bagi masyarakat penggunanya.

"Seiring dengan perkembangan perpustakaan di masyarakat, ada beberapa batasan istilah perpustakaan diantaranya perpustakaan adalah kumpulan buku, perpustakaan adalah sebuah ruangan, bagian sebuah gedung, atau gedung itu sendiri yang digunakan untuk menyimpan buku," ujar Widiyanto.

Widiyanto menyebutkan dengan munculnya teknologi informasi global yang dikenal dengan internet, seperti penggunaan gadget pada generasi muda, hal ini dapat mengurangi jarak antara koleksi perpustakaan secara fisik dan meniadakan dinding pembatas.

"Saat ini bicara perpustakaan bukan lagi bicara bagaimana merawat buku, paradigmanya sudah berubah, bukan lagi hanya sebagai tempat koleksi buku. Di era milenial saat ini, anak-anak muda lebih sering memainkan gadget. Kehadiran teknologi itu akan menggiring munculnya perpustakaan maya karena informasi dapat di akses dari jarak jauh," katanya.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, Widiyanto meminta agar para pengelola perpustakaan dituntut untuk membuktikan dan menyesuaikan diri agar lebih profesional sesuai dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi. ( Teks dan foto: Ko Chris Tian )

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter