Hutan Kami Terancam

                                                  oleh:
                                          Rahmat Hidayah

inidata.id - Melihat kebakaran hutan yang sangat parah di Kalimantan barat beberapa bulan yang lalu membuat kami semakin ketakutan akan keperawanan hutan kami yang perlahan mulai hilang.

Ketika dulu kami bermain di dalam hutan dengan pesona alam nya yang sangat hijau dan memanjakan mata serta menikmati kesejukan udara segar yang menghelus hidung saat menghirupnya membuat kami sangat betah dan tidak ingat pulang ketika sedang bermain di hutan itu.

Di tambah lagi sungai kecil dengan airnya yang bening dan kami memandang ke airnya sampai terlihat ikan yang berenang di dasar sungai tersebut membuat mulut kami secara spontan berkata bahwa inilah surganya dunia yang Indonesia miliki.

Tapi apalah daya ketika para tangan jahil berkuasa  yang menjadi tersangka atas kekejaman  terhadap paru-paru dunia membuat semuanya menghilang hanya dengan meninggalkan secercah abu hitam yang penuh dengan bau jejak segerombolan api yang melintasinya, kami pandang dari jauh dengan penuh rasa kekesalan dan keamarahan karena bumi kami di hancurkan dengan tidak berperasaan.

Sangat terlihat bahwa pemerintahan tidak mampu berbuat banyak yang mana  hanya menghandalkan kupu-kupu berbaling yang kesana kemari membawa air dan menghamburkannya kepada si jago merah yang bergejolak membakar bumi pertiwi.

Sebagai masyarakat awam tidak tau siapa yang salah,, karena kemarahan mereka hanya mampu di limpiaskan kepada pemerintah walau sekalipun itu adalah ulah diduga pelaku para tangan kanan perusahaan yang dibiarkan bebas sebebasnya menghantam lahan bumi pertiwi tanpa memikirkan dampak yang sangat berbahaya terhadap masyarakat luas yang bakalan menghirup asap yang di akibatkan gejolak api yang semakin di manja dengan makanan enak yang sangat hijau dan segar.

Dengan begini banyak pihak yang saling serang menyerang dan memberikan tuduhan bahwasannya permasalahan yang seperti ini karena unsur kesengajaan oleh para oknum tertentu untuk membuahkan keuntungan personal baik itu kelompok kecil maupun kelompok besar seperti perusahaan yang sedang beroperasi aktif dan terus memperluas lahan untuk penanaman sawit maupun jenis tanaman lain yang di kelola oleh perusahaan.

Bagaimana kalau hal seperti ini akan terus di biarkan sampai seterusnya, bukan kah itu akan merugikan bangsa kita terutama para penduduk yang berada di wilayah yang selalu menjadi ancaman serius mengenai pembakaran lahan, pastinya semua menolak akan hal ini karena kekayaan dan keindahan alam bumi pertiwi yang akan lenyap seketika baik itu dalam jangka waktu yang pendek maupu panjang.

Apakah permasalahan seperti ini hanya kita gantungkan kepada pemerintah? Saya rasa tidak, ketika para pemuda beserta lapisan elemen masyarakat yang peduli terhadap lingkungan dan kesehatan orang banyak serta  benar-benar bertindak secara tegas dan melakukan protes terhadap ketidak sopanan para oknum yang tidak bertanggung jawab. maka persoalan seperti ini mampu kita tumpas tanpa harus pemerintah yang turun tangan.

Akan tetapi pemerintahan tetap harus kita kontrol seiring berjalannya sebuah pemerintahan yang lemah terhadap tawaran sebuah materi dengan mengorbankan nyawa para penduduknya  yang tidak tau menau dengan apa yang sebenarnya terjadi dari sebuah persoalan ini.

Karena disisi lain pemerintahan tetap menjadi sebuah andalan untuk menyelesaikan persoalan ini dengan peraturan-peraturan yang bisa dibuat untuk membatasi atau bahkan melarang pembakaran hutan yang terlalu berlebihan dan membahayakan. (Rahmat Hidayah adalah Pengurus Lembaga Pers Mahasiswa Warta IAIN Pontianak).

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter