Pengaruh Pendidikan Terhadap Kualitas Anak

Oleh: Fani Novita
inidata.id - Bukan rahasia lagi jika anak-anak yang tinggal didaerah pedalaman sangat sulit mendapatkan kehidupan yang layak seperti anak-anak pada umumnya. Mereka kesulitan mendapat air bersih, penganyam pendidikan sesuai batas kelayakan pendidikan Indonesia dan sulit mengikuti perkembangan zaman. Tak hanya itu saja, mereka hanya tidak mengenal alat komunikasi seperti telepon genggam.

Hal pokok yang menjadi sorotan utama adalah hal yang sulit mereka dapatkan pendidikan yang layak dan mengayam pendidikan dua belas tahun. Pada faktanya mereka semua salah, kesulitan mereka lokasi sekolah menjadi masalah mereka harus mengarungi sungai. Mereka juga harus berjalan kaki hingga berpuluh-puluh kilo meter, bahkan ada pula yang tak memakai alas kaki (sepatu).

Kurangnya tenaga pengajar dipedalaman karena sulitnya mencari pengajar didaerah ini juga sangat di sayangkan. Sementara kualitas seseorang lulus dari pendidikan yang lebih tinggi yang dicapai oleh kualitas seorang lulusan SD yang berbeda dengan kualitas pendidikan yang sangat memengaruhi kualitas anak pedalaman. Bahkan untuk zaman sekarang sangat susah mencari kerja jika hanya lulusan SD.

Selain itu di sekolah Rubath Naqsyabandiyah yang kami tahu tersebut guru cukup menurut mereka yang namanya Rifki Arlen akan tetapi yang menjadi persoalan adalah fasilitas mendukung bagi anak-anak didik seperti perpustakaan belum tersedia, listrik juga hanya ada diwaktu malam dan tidak diwaktu balajar mengajar. Menurut keterangan warga dekat juga, sekolah tersebut sangat jarang dikunjungi oleh pihak-pihak lain, karena memang maklum daerahnya cukup sulit dijangkau.

Saat kami mengunjungi sekolah yang bertepatan di Dusun Karya Makmur, Desa Madu Sari Parit Mas, Kecamatan Sungai Raya, Kalimantan Barat, kami harus melewati berbagai persimpangan jalan, perkebunan sawit, perkebunan karet, dan peladangan masyarakat. 

Dengan kata lain, sekolah tersebut berada didalam area yang tidak cukup sulit dijangkau hanya saja debu yang cukup banyak yang menyebabkan mereka kurang sehat karena setiap hari berangkat sekolah harus melewati jalan yang berdebu 

Jumlah siswanya dari kelas 1-3 MTs hanya berjumlah kurang lebih 50 orang walaupun demikian semangat yang tinggi tetap terlihat wajah-wajah mereka, membahagiakan orang tua, untuk lebih sukses dari orang tua sehingga kehidupan kedepan lebih nyaman, tidak turut-menurut seperti pekerjaan orang tua jika misalnya petani melainkan lebih layak dari sebelumya, lebih maju dari sebelumya. Tujuan itu yang membuat mereka tetap semangat. (Fani Novita adalah Mahasiswa IAIN Pontianak)

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter