Polda Kalbar Tangkap Pelaku Peti

inidata.id - Penambangan emas tanpa ijin atau Peti kembali marak di Kabupaten Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.  Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalimantan Barat bergerak cepat mengamnkan lokasi Peti itu yang terletak di kampung Sungai Pemangsak,  Dusun Nek Raong, Desa Baru Lombak, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau.

Operasi Peti 2019 dipimpin Kasatgas Gakkum Ditreskrimum Polda Kalimantan Barat Komisaris Polisi Supriyadi bersama kurang lebih 56 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan kegiatan penambangan emas ilegal ini.

“Penindakan pada hari Senin, 11 November 2019 di Sungai Pemangsak, Dusun Nek Raong, Desa Baru Lombak, Kecamatan Meliau ini demi kegiatan Operasi Peti 2019. Terdapat 6 laporan Polisi dengan 9 tersangka adapun barang bukti yang ditemukan dimana terdapat, 1 unit mesin dompeng, 5 potong pipa paralon, 1 potong pipa spiral, 6 karpet, 6 buah selang orange, 4 buah potongan drum, 4buah alat dulang, 3 unit pom air dan Uang Rp1.574.000 yang didapatkan dalam kegiatan operasi,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalimantan Barat Komisaris Besar Polisi Donny Charles Go.

Mantan Kapolres Sanggau itu menjelaskan, kegiatan Operasi Peti 2019 ini Polda Kalbar mendapatkan pelaku penambangan liar sebanyak 9 pelaku dan 6 Laporan Polisi dalam hal ini mereka dikenakan pasal 158 dan pasal 161 Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan  dan Minerba. Yang di mana setiap orang yang melakukan usaha pertambangan tanpa IUP,IUPR,IUPK dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Sepuluh Milyar dan Setiap Pemegang IUP Operasi produksi atau IUPK operasi produksi menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan dan pemurnian, pengangkutan, penjual mineral dan batubara bukan pemegang dari IUP,IUPK dipidana dengan pidana 10 tahun dan denda Rp10 miliar.

“Kegiatan Operasi ini terus Berjalan kedaerah pelosok untuk mencari penambang yang tanpa izin. Polda Kalbar dalam hal ini akan terus berupaya untuk menangkap para pelaku penambang liar didaerah karna hal itu selain merusak ekosistem alam dan dapat merugikan pihak yang dirugikan, Oleh sebab itu bagi masyarakat yang mengetahui bias dapat melaporkan kepada kami untuk kami tindak lanjuti bersama,“  ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalimantan Barat Komisaris Besar Polisi Donny Charles Go.


Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter