Soal Satpam, Sutarmidji: Tidak Hanya Duduk di Pos Penjagaan, tapi . . .

Satpam mengurangi angka pengangguran dan angka kemiskinan
Peragaan keterampilan dari 100 Satpam yang telah diperoleh selama mengikuti pelatihan di SPN Polda Kalbar.
inidata.id - Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji selaku Inspektur Upacara atau Irup penutupan pelatihan Satuan Pengamanan (Satpam) tahun 2019 ini mengucapkan selamat kepada para peserta pelatihan Satpam yang telah berhasil melewati masa pelatihan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalimantan Barat.

"Saya meyakini bahwa saudara telah memiliki kemampuan untuk menjadi Satuan Pengamanan  yang memiliki kualitas yang baik dan bertanggungjawab," kata Sutarmidji di SPN Polda Kalimantan Barat, Senin (18/11/2019).

Suatu hal yang perlu disadari, kata dia keterampilan yang diperoleh saat ini bukanlah akhir dari perjuangan Satpam. Karena sesungguhnya keterampilan Satpam miliki sebagai seorang tenaga pengamanan akan teruji saat  memasuki dunia kerja dan bekerja pada suatu perusahaan nantinya. 
“Kemampuan Satpam untuk mengaplikasikan apa yang telah diperoleh selama masa pelatihan denganberbagai materi yang sudah disampaikan oleh para instruktur dan pelatih akan diterapkan dan dijalankan dengan suasana kerja dan kondisi permasalahan yang ada di dalam dunia kerja,” kata Sutarmidji.

Dia bilang, program pelatihan Satpam ini memiliki peran penting dalam rangka mengurangi angka pengangguran dan angka kemiskinan di Provinsi Kalimantan Barat. 

"Itu karena syarat utama untuk dapat menjadi peserta pelatihan Satpam ini adalah mereka yang berasal dari latar belakang keluarga kurang mampu, serta keluarga nelayan yang terkena dampak pembangunan Pelabuhan Internasional di Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah," kata Sutarmidji. 

“Dengan kata lain program ini diharapkan dapat menjawab persoalan-persoalan di seputar relevansi permasalahan ketenagakerjaan dan kemiskinan. Hal ini juga merupakan bukti kepedulian dan tanggungjawab pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia,” kata Sutarmdji.

Dia berkata, Satpam yang telah dilatih dan memiliki keterampilan tenaga pengamanan Gada Pratama sebanyak 100 orang ini diharapkan dapat bekerja dengan memanfaatkan Sertifikat dan Kartu Anggota Satpam yang telah dimiliki, manfaatkan keterampilan yang sudah Saudara peroleh untuk masuk dunia kerja, dan tunjukkan bahwa Saudara benar-benar memiliki kualitas dan keterampilan yang memadai.

"Sejalan dengan tuntutan kemajuan zaman dan era globalisasi saat ini menuntut Saudara harus terus belajar dan mengikuti perkembangan dan kemajuan zaman yang saat ini memasuki era revolusi industri digital atau yang biasa disebut 4.0" kata Sutarmidji.
Dia mengingatkan, berbagai aspek yang semakin menuntut manusia bekerja lebih cepat dan tangguh, menuntut daya saing yang tinggi untuk memenangkannya. 

"Satpam tidak lagi hanya sebagai penunggu pintu masuk dan pintu keluar, tidak lagi hanya duduk-duduk di dalam pos penjagaan tetapi harus lebih kreatif, inovatif dan berupaya mengembangkan fungsinya untuk memahami semua kondisi di lingkup ruang tugasnya serta memahami gejala-gejala tindak kriminal dengan modus yang semakin canggih dan bervariasi saat ini," kata Sutarmidji.

Mantan Wali Kota Pontianak itu mengingatkan, “Sebagai mitra Kepolisian jika nanti Satpam sudah bekerja agar dapat terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian terdekat, sehingga fungsi dan tugas yang Satpam jalankan mendapatkan pengawasan dari pihak kepolisian,”.

Acara diakhiri dengan simulasi dan pertunjukan peragaan keterampilan dari 100 Satpam yang telah diperoleh selama mengikuti pelatihan di SPN Polda Kalbar. 

Wakapolda Kalbar Brigadir Jenderal Polisi Imam Sugianto dan seluruh Pejabat Utama Polda Kalbar serta para kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga turut hadir dalam kemasaran seremoni itu.




Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter