Tolong, Ibu dan 2 Anaknya Disekap

inidata.id - Seorang ibu dan 2 orang anaknya disekap di rumahnya seharian. Ini karena terlilit utang rentenir. Kapolresta Barelang AKBP  Prasetyo Rachmat Purboyo membenarkan adanya kejadian memilukan itu.

"Motif pernyekapan terhadap  ibu bersama 2 anak  atas dasar utang piutang. Karena kesal korban tak kunjung  membayar," kata Kapolresta Barelang AKBP  Prasetyo Rachmat Purboyo di Mapolsek Batam Center, Batam, Kepulauan Riau, Senin (25/11/2019). 

Pria yang memiliki dua melati di pundaknya itu menjelaskan, masalah ibu dan 2 anaknya disekap ini diawali dari perkara utang piutang.

"Kita lihat waktu penangkapan di kuncinya gembok di rumah itu mulai dari pagi sampai kurang lebih jam 5 sore," kata dia.

Dia mengungkapkan kronologi ibu dan 2 anaknya disekap pada pukul 07.30.IWB. Pijay Siagian (PS) ingin menagih uutang koperasi korban yang berada  Perum Buana Vista Indah 3, Blok B No.66, Kecamatan Batam Kota,  Kota Batam.

Setibanya di rumah korban  Elis Widyati (EW),  pelaku langsung menggedor pintu korban sambil memanggil korban. Akan tetapi korban tidak menyahut dan tidak membuka pintu.

Maka selanjutnya pelaku berinisiatif untuk menggembok pintu teralis. Dengan menggunakan gembok yang sudah dibawa pelaku.

Kemudian pelaku mencoba memanggil kembali korban. Namun korban tidak menjawab selanjutnya pelaku mematikan meteran listrik rumah korban. Dan lalu pelaku mencoba memanggil korban sekali lagi namun tetap saja tidak ada jawaban.
"Kemudian pukul 08.30 WIB pelaku pergi meninggalkan rumah korban dalam keadaan teralis tergembok dan meteran listrik mati," ujarnya menjelaskan.

Atas kejadian tersebut, maka korban meminta pertolongan kepada pihak kepolisian. Pukul 17.00 WIB, pihak kepolisian Batam Kota bersama RT dan beberapa warga membuka gembok rumah dan membantu korban.

"Ada pun pasal yang dikenakan penentangan kemerdekaan orang.  pasal 333 KUHP dengan ancaman maksimal 2 tahun penjara 3 undang-undang nomor 35 tahun 2014 mengenai perlindungan," kata dia.

Sebelumnya  korban mulai meminjam uang dari koperasi bulan Agustus 2019. Kepada 15 orang koperasi dengan nominal yang berbeda-beda antara Rp500.000, hingga Rp5.000.000 dengan perjanjian Rp 20.000, hinngga Rp.200.000, perhari.

"Korban meminjam kepada banyak koperasi untuk saling tutup duit pinjaman.  Yang melakukan penguncian pintu rumah korban pada hari Minggu tangga 24 Nopember 2019 pukul 11.00 WIB adalah  pelaku. Di mana korban meminjam duit sebesar Rp2.300.000,- baru dilakukan 4 kali pembayaran Rp 40.000,-, Rp 80.000,-,Rp100.000,- sisa belum bayar karena tidak ada duit," kata dia.(*)

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter