Apa Benar Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan?

Oleh : Komariah Ulfa
inidata.id - Karena mahasiswa adalah warisan dan aset besar negara dimasa depan, peran mahasiswa sebagai Agent of change adalah perubahan menuju arah yang lebih baik dan akan memberi manfaat serta menjadi pengontrol untuk diri nya sendiri, orang tua, teman teman, orang di sekitarnya dan untuk negara.

Indonesia saat ini sedang dihadapi problematika yang sangat rumit di segala bidang, baik ekonomi, pendidikan, sosial moral. Misalnya dalam bidang ekonomi seperti masih tingginya angka kemiskinan,korupsi merajalela, dilanjutkan lagi dalam bidang pendidikan yang tidak merata, banyaknya tawuran antar pelajar, dan dalam bidang sosial seperti perang saudara, kriminalitas.

Demoralisasi tidak dipungkiri telah memasuki ranah mahasiswa, banyak kasus penyimpanan moral yang dilakukan, sedang kita tahu mahasiswa telah di siap kan menjadi penerus bangsa yang akan membangun, melanjutkan, dan membangun bangsa Indonesia kelak dimasa depan.

Dan yang paling penting adalah peran mahasiswa sebagai Agen of Change untuk negara kita trcinta Indonesia yaitu sangat luas kajiannya, yaitu bisa agen perubahan dalam pendidikan, pembangunan ekonomi, pemberdayaan sosial, pengabdian masyarakat, dan masih banyak lagi.

Jika dilihat lagi mahasiswa pada zaman sebelum dan sesudah kemerdekaan sangat jauh perbedaannya, selain sudah berbeda situasinya yang dahulunya melawan bangsa orang lain sedangkan sekarang melawan bangsa sendiri.

Jadi peran mahasiswa disini adalah menanamkan dasar atau pondasi sebelum menjadi Agen of Change yaitu dengan rasa kebersyukuran. Untuk negara mahasiswa sebagai Social Control harus mampu bersikap kritis terhadap apa yang terjadi di pemerintahan, kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh aparat negara yang semula ingin mensejahterakan rakyat malah semakin menyengsarakan rakyat.

Upaya kritis itu tidak hanya dengan melakukan aksi demonstrasi yang anarkis atau bakar ban yang membuat jalan macet berkilo-kilo tetapi bisa dilakukan dengan hal yang lebih positif misalnya menulis, bermusyawarah, atau dengan demonstrasi yang tidak memberikan masalah terhadap orang lain.

Penyebab peran mahasiswa tersebut tidak optimal menurut saya faktornya ada dua yaitu faktor internal dan external.

Pertama, dari faktor Internal atau dalam diri mahasiswa itu sendiri adalah kurangnya rasa kesadaran yang dimiliki untuk melakukan perubahan pada diri sendirinya dahulu. Karena saya yakin tidak akan terjadi perubahan di sekeliling kita sebelum kita yang melakukan perubahan terlebih dahulu. Masih tingginya rasa apatis mahasiswa terhadap problematika negara saat ini.

Dan masih banyaknya mahasiswa yang tidak tahu tujuannya untuk menjadi mahasiswa, masih banyak yang malas-malasan dalam kuliah karena jatah kuliah 75 persen takut mubadzir katanya, dan lain lain. 

Dan yang kedua adalah faktor eksternal yaitu adanya globaliasasi dan modernisasi yaitu kemajuan teknologi, sifat konsumtif, informasi yang tidak dapat disharing, dampak negatif lainnya.

Dengan adanya kemajuan teknologi ini kemudahan mengakses internet menjadi sarana terbuka lebar untuk membuka situs-situs yang tidak seharusnya menjadi konsumsi umum. Untuk itu rasa kebersyukuran disi sangatlah penting untuk menghindari hal-hal tersebut.

Mahasiswa dengan rasa kebersyukuran akan selalu memikirkan apa yang telah ia dapatkan dan tidak sempat melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.

Mahasiswa berperan sebagai agent of change bukan yang datang ke sebuah negeri lalu dengan gagah nya mengusir penjahat -penjahat dan dengan gagah nya pula mengusir para pahlawan pergi dari tempat tersebut diiringi tepuk tangan daerah setempat.

Dalam artian kita tidak hanya menjadi penegas perubahan, melainkan menjadi objek atau pelaku dari perubahan tersebut. Sikap kritis mahasiswa sering membuat sebuah perubahan besar dan membuat para pemimpin yang tidak berkopenten menjadi gerah dan cemas.

Dengan hadirnya mahasiswa di tengah-tengah masyarakat sebagai penyambung lidah maka segala bentuk aspirasi antara masyarakat dan pemerintah dengan tujuan pembangunan dan kesejahteraan baik dalam jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang maka akan menjadi nilai tolak ukur terpenting demi kemajuan suatu bangsa dan negara.Perjuangan-perjuangan yang dilakukan mahasiswa kini sudah kehilangan esensinya, sehingga masyarakat sudah tidak menganggapnya suatu harapan pembaruan lagi. Perjuangan mahasiswa kini sudah berdiri sendiri dan tidak lagi satu nafas bersama rakyat.

Diharapkan kedepannya mahasiswa merupakan gerbang yang sangat potensial untuk mengkritiki kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak mengarah terhadap kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan hadirnya mahasiswa di tengah-tengah masyarakat sebagai penyambung lidah maka segala bentuk aspirasi antara masyarakat dan pemerintah dengan tujuan pembangunan dan kesejahteraan baik dalam jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang maka akan menjadi nilai tolak ukur terpenting demi kemajuan suatu bangsa dan negara.  (Komariah Ulfa adalah Mahasiswa FTIK  IAIN Pontianak Prodi  PGMI)

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter