Apa Kabar Proyek Renovasi Gedung SD di Bantul RP 3,6 Miliar?

inidata.id - Proyek renovasi gedung dan bangunan non gedung senilai Rp 3,6 miliar untuk 4 sekolah dasar yakni SD Pucung Wukirsari, SD Jejeran Pleret, SD Karanggayam Segoroyoso dan SD Panggang Bambanglipuro semakin terkuat bobroknya pengerjaan proyek oleh rekanan atau pemenang tender.

Setelah Komisi C melakukan sidak menemukan kayu kusen jendela keropok hingga pemasangan ubin keramik miring kedalam sehingga ketika ada hujan akan terjadi genangan air, kini terdapat temuan baru terkait penggunaan genting yang tidak sesuai dengan spek awal.

‎Pemasangan genting yang seharusnya 74 meter kubig menggunakan genting baru namun dalam kenyataannya rekanan hanya memasang genting baru hanya 35 meter kubig sehingga genting yang dipasang terlihat belang-belang.

"Sesuai dengan laporan akhir atau MC dari rekanan menggunakan genting baru sebanyak 74 meter kubig namun dalam kenyataannya hanya 35 meter kubig saja yang baru. Makanya genting belang-belang antara yang baru dan lama," ujar anggota Komisi D DPRD Bantul, Eko Sutrisno Aji usai sidak di SD Pucung dan SD Jejeran, Kamis (19/12/2019).

Politisi PPP mengatakan sidak tersebut baru melihat yang kasat mata dan belum melihat kayu untuk rangka atap sangat dimungkin juga tidak sesuai dengan spek yang disepakati bersama sesuai dengan tender atau lelang.

"Mungkin kalau kita masuk sampai dalam atap akan terlihat seberapa banyak kayu baru yang digunakan dan kayu bekas yang digunakan kembali," katanya.

Dengan nilai proyek sebesar lebih dari Rp 1 miliar lebih perbaikan rangka atap, pengecetan tembok, pengerjaan kusen jendela, genting dan konstruksi kuda-kuda dinilai terlalu mahal dan tidak sesuai dengan apa yang kita lihat.

"Saya kira dengan nilai proyek lebih dari Rp 1 miliar hasil harus jauh lebih bagus dari apa yang kita lihat," kata Wakil Ketua Komisi D, Yasmuri.

Sementara Ketua Komisi D DPRD Bantul mengatakan total proyek senilai Rp 3,6 milyar tersebut dibagi untuk renovasi bangunan dan non bangunan untuk 4 sekolah dari dengan perincian, Rp 1,026 miliar untuk SD Pucung, Rp 2,218 milyar untuk SD Jejeran, Rp 358 juta untuk SD Karanggayam dan Rp 93,8 juta untuk SD Panggang.

"Anehnya dalam papan proyek di setiap sekolah hanya terpasang total nilai proyek Rp 3,6 miliar tidak dipecah nilai proyek setiap sekolah," kata Ketua Komisi D DPRD Bantul, Enggar Suryo Jatmiko.

Untuk pengerjaan SD Jejeran yang dimulai 8 Juli dengan lama pengerjaan selama 150 hari kerja atau paling lambat 10 Desember 2019 maka jelas sudah menyalahi kontrak awal. Ketika ada dugaan pengerjaan proyek tidak sesuai kontrak sebaiknya inspektorat untuk turun kelapangan melakukan audit investigasi internal terkai perencanaan proyek renovasi gedung dan non gedung di 4 SD.‎

"Saya kira ini dari awal perencanaan dari awal sudah amburadul. Saya kira pihak inspektorat juga harus turun tangan karena kondisinya cukup buruk dan tidak sesuai dengan yang diharapkan,"ujar politisi Partai Gerindra ini.

Sebelumnya Komisi C DPRD Bantul yang juga melakukan inspeksi mendadak atau sidak menemukan adanya kayu kusen jendela yang sudah keropok namun tetap digunakan. Pemasangan lantai keramik yang miring kedalam bisa menyebabkan ketika hujan berlangsung akan menggenang.

"Ini baru yang terlihat kasat mata, belum yang lainnya seperti kayu rangka atap apakah gunakan kayu bekas kita juga tidak tahu. Bisa kayu keropok juga bisa digunakan lagi. Apalagi lokasinya diatap sehingga tidak mudah untuk dicek," kata anggota Komisi C DPRD Bantul, Suradal.‎ (Rony)

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter