Duh, Renovasi Gedung SD Rp 3,6 Milyar di Bantul Tak Sesuai

inidata.id - Komisi C DPRD Bantul menggelar inspeksi mendadak ke proyek renovasi gedung dan bangunan non gedung SD Pucung, Wukirsari di Kecamatan Imogiri dan hasilnya sangat mengejutkan. Ruang kelas yang baru saja selesai direnovasi itu kayu jendelanya sudah keropos.‎

Tak hanya jendela yang keropos, Komisi C DPRD Bantul juga menemukan selasar atau beranda depan ruang keramiknya justru dipasang miring kedalam. Bukan dipasang miring ke luar sehingga ketika ada hujan air akan mengalir keluar dan tidak menggenang.

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bantul Suradal yang berang terhadap pengerjaan proyek renovasi sekolah di SD Pucung bahkan mengambil batu kemudian memukul kayu pada jendela yang baru saja direhab. Hasilnya kayu yang nampak masih bagus dengan cat baru langsung amblas kayunya setelah dipukul dengan batu karena kayu yang digunakan untuk cendela sudah keropos.

"Ini kayu apa kok keropos padahal baru selesai dibangun. Kontraktornya sudah tidak benar ini,"kata politisi PKB ini, Selasa (17/12/2019).

‎Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bantul Dwi Kristiantoro sidak yang dilakukan diawali dengan adanya laporan dari masyarakat terkait renovasi bangunan sekolah yang melenceng dan ternyata setelah dilakukan sidak informasi tersebut benar apa adanya.

"Ya kita akan koordinasi dengan Komisi D agar menindaklanjuti dengan Disdikpora Bantul karena mitra dari Komisi D," ucapnya.

Menurut dia dari informasi anggaran yang digunakan untuk renovasi gedung sekolah senilai Rp 3,6 milyar untuk 4 sekolah namun apa saja item yang untuk diganti belum diketahui secara jelas.

"Jadi apakah jendela yang keropos masuk item yang diganti atau tidak akan kita tanyakan,"katanya.

Sementara Kepala Disdikpora Bantul Isdarmoko mengatakan sesuai hasil temuan sidak dari Komisi C DPRD Bantul maka pihaknya akan segera menindaklanjuti dengan pihak ketiga (pemenang tender) karena spek pembangunan tidak seperti yang ditemukan oleh Komisi C. "Harusnya kan sesuai spek ya. Tidak seperti itu (kayu keropos digunakan),".

Anggaran Rp 3,6 milar jelas Isdarmoko digunakan untuk berbagai keperluan yakni pembangunan ruang kelas, perpustakaan bahkan untuk musala di sekolah. "Temuan ini akan kita tindak lanjuti, apalagi masih ada masa perawatan selama 6 bulan,".‎

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter