Literasi Masyarakat Terhadap Kegiatan Keagamaan harus Ditingkatkan‎

inidata.id - Pemkab Bantul merespon keprihatinan anggota DPD RI GKR Hemas terkait kejadian intoleransi di Bantul yang sudah pada tahap mengkhawatirkan. Istri dari Gubernur DIYN Sri Sultan HB X ini juga mengatakan tindak intoleransi di Bantul ini dipicu salah satunya aturan tumpang tindih yang dibuat oleh Bupati Bantul Suharsono.

Sekda Bantul Helmi Jamharis mengatakan tidak ada aturan yang dibuat oleh bupati Bantul tumpang tindih dengan aturan yang lainnya karena dalam setiap aturan yang dibuat bupati pasti akan mengacu konsiderannya dengan aturan yang ada di atasnya.

"Saya kira kalau aturan dari bupati tumpang tindih tidak akan terjadi karena dalam membuat aturan pasti mengacu pada aturan yang ada diatasnya," ujar Helmi, Kamis (19/12/2019).

‎Pemkab Bantul sendiri terus melakukan sosialisasi baik melalui lembaga yang ada pemerintahan dan lembaga yang ada di masyarakat untuk bisa bareng-bareng memahami bahwa kehidupan ini beragam dan tidak sama yang artinya setiap orang punya hal yang berbeda.

"Oleh karenanya masyarakat diharapkan bisa saling menghormati, menghargai atas adanya perbedaan tersebut dan dengan cara seperti maka bisa nyaman dan aman untuk melakukan aktivitas sesuai dengan keyakinannya masing-masing," ujarnya.

Lembaga-lembaga seperti FKUB, Muhammadiyah, NU dan pemerintah ditingkat kecamatan dan desa untuk bisa terus melakukan sosialisasi terhadap penting toleransi antara warga satu dengan warga yang lain.

"Ya tentu detiksi dini juga harus dilakukan yang bisa dilakukan oleh TNI, Polri serta Kesbangpol yang memiliki ketugasan tersebut. Termasuk pemerintah desa harus aktif menindaklanjuti yang terjadi di masyarakat," katanya.

Beberapa kejadian intoleransi seperti acara odolan di Mangir beberapa waktu lalu sebenarnya hanya karena masalah literasi masyarakat terkait kegiatan keagamaan yang belum dipahami masyarakat semata namun ketika sudah ada sosialisasi dan pemahaman maka akan berakhir dengan damai.

"Jadi ini literasi masyarakat yang kurang terkait kegiatan keagamaan yang mungkin masih asing bagi masyarakat umum, namun setelah ada sosialisasi maka warga akan menerima bahkan mendukungnya," ucapnya. (Rony)‎

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter