Melihat Pentas Pilgrim Project (1) dan Pinangan

inidata.id - Teater Komunitas Berkat Yakin (Kober) Lampung  kembali menggebrak. Salah satu teater yang diperhitungkan di Indonesia  ini  merayakan tutup tahun 2019 dengan menaja dua pementasan  teater sekaligus, yakni ; Pilgrim Project (1) karya Ari Pahala Hutabarat dan Pinangan, karya Anton P. Chekhov. Kedua pementasan beda genre yang bakal ditaja di Gedung Teater Tertutup (GTT) Taman Budaya Lampung, Jalan Cut Nyak Din 24 Bandar Lampung ini, disutradarai founder  Teater Kober Ari Pahala.

Dalam proses panjang garapan Pilgrim Project (1) maupun Pinangan yang sekira berjalan delapan bulanan, banyak peristiwa dan pengalaman yang menarik para aktor pemerannya. Seperti yang diungkapkan salah seorang aktor KoBER, Reza Fadlie yang menjadi  pemeran dalam  Pilgrim Project (1) sendiri. Reza membeberkan,  sejak semula garapan ini memang bukan diniatkan untuk mewujudkan sebuah seni pertunjukan semata, melainkan titik tekannya lebih pada proses pencarian bagi para pelaku (performer) tentang bagaimana mereka mengenali diri sendiri; mulai dari mengenali tubuhnya, lingkungan sekitarnya, Rasulnya, dan tentu juga Tuhannya.

Sehingganya prosesnya dirasakan angat berat ,  dirinya selain olah tubuh setiap Senin-Sabtu para aktor juga harus menyisihkan waktu untuk berdiskusi, menonton film-film bermutu, membaca buku-buku bagus, dan observasi untuk kepentingan peran. 

"Bagaimanapun, apapun itu, demi proses Pilgrim Project ini saya berupaya mengerahkan semua kemampuan saya!" ujar   Reza  di jeda  waktu latihannya yang ketat dan keras.

Hislat Habib, pelatih pada pertunjukan ini,  menyatakan bahwa Pilgrim Project (1) ini sesungguhnya dapat dimaknai sebagai media refleksi bagi kita semua untuk sejenak menepi dari hiruk-pikuk urusan duniawi yang kian hari makin membuat kita menjadi semakin menjauh dari nilai-nilai kemanusiaan yang--bila dibiarkan terus menerus--akan menggerus sensibilitas kita sebagai manusia.

"Pilgrim mengajak kita untuk kembali menengok ke dalam diri, berjalan untuk mengenal kembali maksud dan tujuan keberadaan kita. Dengan kata lain, kita diajak melakukan perjalan kembali ke sumber," ujar lelaki penyuka ziarah ini.

Teks Bahasa Lampung

Sedangkan dalam garapan naskah Pinangan, karya Anton P. Chekhov  juga ada  beberapa hal menarik dalam proses kreatif estetik dalam garapan yang membuat pementasan ini patut dinantikan oleh para pecinta teater di Lampung.

Salah satu yang menarik dan langka , teks Pinangan yang biasanya dipanggungkan dalam bahasa Indonesia kali ini akan dipentaskan bahasa daerah (Lampung dialek A dan O) meski tak sepenuhnya berbahasa Lampung karena untuk beberapa adegan, aktor juga masih menggunakan bahasa Indonesia walaupun porsinya hanya sedikit.

Anggraini Agfar (Aang), peraih penghargaan aktris terbaik Festamasio (Festival Teater Mahasiswa Nasional) 2015 ini, salah satu aktris pada pementasan Pinangan , mengatakan bahwa dia merasa tertantang sekaligus  bahagia karena bisa kembali ke panggung teater dan terlebih ia dipercaya untuk memerankan tokoh Nanggem, anak dari Pak Ibrahim (diperankan oleh M. Yunus) sang tuan tanah yang di dalam lakon ini anak gadisnya hendak dipinang oleh Deswan (diperankan oleh Ahmad Thohamudin), yang tidak lain adalah tetangganya sendiri.

"Sebenarnya enggak terlalu susah sih untuk pakai bahasa Lampung sewaktu memerankan Nanggem, apalagi pada dasarnya,dalam keseharian  di rumah juga menggunakan bahasa Lampung kalo di rumah," ujar Aang, alumni UKMF KSS FKIP Unila ini.

 Sementara itu Pimpinan Produksi Haris Forta Negara, mengatakan,  perhelatan teater ini  akan di gelar di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Lampung (TBL), dari 20 -22 Desember 2019. Untuk pementasan lakon Pilgrim digelar di hari 20 dan 21 Desember. Sedangkan lakon Pinangan pada 22 Desember 2019. “Ayo apresiasi dunia teater di Lampung  dan rayakan peristiwa kebudayaan ini .Segera pesan tiketnya, jangan sampai kehabisan,” ujar Haris promosi.(Ko Chris Tian)

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter