Pengurus APMISO Jateng Masa Bhakti 2020 - 2025 Dikukuhkan

inidata.id - Kepengurusan Paguyuban  Pedagang Mie Bakso (APMISO) Jawa Tengah Masa Bhakti 2020 -2025 Dikukuhkan. Pengukuhan  dilakukan Sekretaris Jendral PAPMISO Indonesi Sutardi dalam Acara  Pengukuha APMISO Jawa t Tengah dan Pergelaran Wayang Kulit  di Gedung Pasar Barito Baru, Semarang, Jumat (13/12/2019)

Kepengurusan Apmiso Jawa Tengah yang baru dinakhkodai Lasiman sebagai Ketua didampingi oleh   Cucuk Wahyudi, S.Kom sebagai Sekretaris dan Andi Tri Cahyono sebagai bendahara dilengkapi wakil-wakil ketua bidang, wakil sekretaris, wakil bendahara dan departemen-departemen.

Ketua Umum Papmiso Indonesia Sumaryoto Padmodiningrat dalam sambutannya, yang diwakili Sekjen mengucapkan selamat atas  pengukuhan kepengurusan APMISO Jawa Tengah, yang juga sekaligus menggelar pagerlan wayang semalam suntuk.

“Semoga pergelaran wayang ini bisa menjadi agenda tahunan, baik di Jateng, Jakarta atau di tempat lainnya. Pergelaran Wayang  sangat penting  dalam upaya menguri-uri budaya  dan  melestarikan nilai-nilai luhur yang ada untuk generasi muda,” ujarnya.

Secara khusus PAPMISO Indonesia, lanjutnya, mengucapkan penghargaan kepada bapak Lasiman dan kawan-kawan yang telah berhasil “menghidupkan” kembali pergelaran wayang yang dulu rutin digelar PAPMISO dan APMISO.

Pada kesempatan itu, ditegaskan, kalau Ketua Umum PAPMISO INDONESIA menyatakan mengundurkan diri dan kepengurusan PAPMISO saat ini dinyatakan demisioner.

“Kami menyerahkan mandat sepenuhnya kepada bapak Lasiman untuk menyusun Kepengurusan PAPMISO Indonesia yang bau periode 2020 -2025. Dengan nama organisasi Paguyuban Pedang Mi dan Bakso Indonesia atau disingkat “PAPMISO INDONESIA” supaya lebih menasional,” kata Sutardi.

Hal ini  untuk memberi kesempatan kepada anggota-anggota yang lebih muda untuk berkiprah. Kami siap mendukung sebagai dewan pembinan pada kepengurusan baru.

“Kami sudah siapkan fasilitas kantor sekretariat yang baru  di Jalan Kramat II No.31 Jakarta Pusat. Selain itu juga kami siapkan semua kelengkapaon organisasi. Kami juga siap  mengawal mengurus akte notaris,badan hukum dan hak paten dari Kementrian Hukum dan Ham,” katanya.

Pihaknya juga sedang memproses pendirian Koperasi PAPMISO INDONESIA dan merek dagang”BAKSO PAPMISO” yang  segera dipatenkan di Kementrian Hukum dan Ham.

“Kita patut bersyukur dan bangga jadi pedagang mi dan bakso. Dengan demikia kita selain mandiri juga bisa menciptakan lapangan kerja yang meringankan tugas pemerintah. Untuk itu marilah kita perkokoh silaturhami dan kerukunan lewat paguyuban ini,” katanya.

Diingatkan, bukan hanya kita yang bangga jadi pedagang mi dan bakso, tetapi Menteri BUMN Erick Thohir juga bangga, seperti yang tecermin dalam perannya sebagai pedagang bakso dalam pentas Lenong yang digelar dalam rangka memperingati hari anti korupsi  sedunia di  SMA 57 Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Ke depan bisa saja Menteri BUMN Erick Thoir diundang dalam acara PAPMISO INDONESIA. Juga perlu di gelar acara makan mi dan bakso secara masal di Lapangan Monas, seperti dulu pernah diadakan di Gedung DPR/MPR. Mudah-mudahan pak Presiden Jokowi berkenan hadir,” kata Sutardi.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang mewakili Walikota Semarang, Fravarta Sadman menyambut baik, kepengurusan baru APMISO Jawa Tengah dan sangat mengapresiasi dengan gelaran wayang kulit di Pasar Barito Baru, Pedurungan ini. Harapannya, APMISO Jateng dengan kegiatannya bisa ikut meramaikan pasar yang baru ini dan ikut menggerakkan perekonomian masyarakat. 

“Mudah-mudahan ke depan APMISO Jawa Tengah bisa menjadwalkan event-event lainnya di tempat ini. Dengan menggelar kegiatan di tempat ini APMISO Jateng ikut membantu menggerakkan geliat ekonomi dan meramaikan pasar pindahan dari PKL Barito ini,” kata Fravata Sadman.

Ketua APMISO Jawa Tengah  Lasiman, dalam sambutannya, mengatakan kepengurusan PAPMISO Jawa Tengah, ke depan siap menjalankan perannya dalam  menumbuhkembangkan dan menyejahteraan para anggota pedagang mi dan bakso yang tergabung dalam paguyuban. “Kita saat ini selain bisa mandiri dan bisa menciptakan lapangan kerja juga mempunyai andil dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan,” ujar Lasiman.

Minilik dari sejarahnya, beber Lasiman, Paguyuban Pedagang mi dan Bakso ini sudah mengalami perjalanan panjang. Muasalnya memang dimulai dari Kota Semarang. Dulu pada tahun 1995 berdiri Paguyuban Pedagang Bakso Semarang.

“Munculnya paguyuban para pedagang bakso dulu untuk mengantisipasi adanya  isu bakso yang menggunakan formalin sebagai pengawet dan juga isu bakso daging tikus, kadal dan yang lainnya. Kami bersatu dalam paguyuban untuk membuktikan bahwa bakso yang kami buat memenuhi standar kesehatan dan halal,” kata Lasiman.

Ke depan, lanjutnya, sebagai tanggungjawab moral dan berperanserta menguri-uri budaya, APMISO Jateng,akan menggelar pertunjukakkan wayang kulit secara rutin.

“Ini juga sebagai ajang silaturahmi dan temu kangen para pedagang mi dan bakso,” kata Lasiman.

Lakon Banjaran Kokrosono

Pada malam pengukuhan Kepengurusan APMISO  Jawa Tengah Masa bhakti 2020 -2025 ini ditaja pergelaran wayang kulit . Dalam pergelaran wayang semalam suntuk yang mengusung lakon: “Banjaran Kokrosono” ini menghadirkan tiga dalang yang berkoborasi yaitu;  Ki DR. Yanto Mulang Joyo SH.MH (Ketua Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat) Ki Hj. Sunarso, SH.MH ( Hakim  Pengadilan Negeri Jakarta Pusat), dan Ki Srihadi Guna Pandoyo Semarang didukung dengan  9 pesinden. Sebagai penanda pagelan di mulai Ketua APMISO Jateng menyerahkan salah satu tokoh wayang kepada Ki Dalang Yanto Mulang Joyo untuk dimainkan.

Pergelaran yang meriah  disaksikan ratusan orang dalam sesi limbukan tampil bintang tamu kondang; Dhimas Tedjo Jogja, Eka Kebumen , dan Gareng Ngesti Pandowo , Semarang.  (Ko Chris Tian)

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter