Ads 720 x 90

Fiksioner Free Blogger Theme Download

Alamak, Hanya 10 Persen Hasil Penelitian dari Kampus Diterima Industri

inidata.id - Setiap tahun ratusan hasil riset dari para peneliti di Indonesia dipatenkan, sayang dari ratusan hasil riset para akademisi ini hanya 10 persennya saja yang diterima oleh industri di Indonesia.

Menristek dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengaku banyak kegiatan riset yang dilakukan oleh peneliti atau akademisi dari berbagai perguruan tinggi salah satunya untuk mengejar persyaratan untuk menduduki jabatan tertentu karena hal itu juga pernah dilakukan dirinya karena sebuah syarat yang harus dipenuhi.

"Hasil riset itu memang bisa untuk sebagai syarat untuk jabatan atau karir tertentu namun demikian tidak akan diterima oleh pasar atau industri," kata dia pada saat membuka silaturahmi nasional Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (LPPM PTMA) di Hotel Harper Kota Yogyakarta, Selasa (7/1/2020).

"Ketika penelitian tidak diterima pasar maka artinya apa yang diteliti di universitas belum nyambung dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat," kata dia.

Dalam upaya memperbaiki peta jalan riset yang baik (kuantitatif dan kaulitatif), Bambang meminta kampus untuk merumuskan ulang kebijakan penelitian baik tentang kebijakan penelitian, waktu, materi riset dan tentunya penghargaan untuk diteliti.

"Penelitian di kampus harus sejalan dengan kebutuhan pasar. Dosen yang diberi waktu Rektorat untuk melakukan riset seharusnya diberi waktu lebih sedikit untuk mengajar. Salah satu rendahnya keberhasilan riset karena dosen sibuk mengajar. Kita harus akui itu," katanya.

Bambang mengatakan riset di kalangan kampus tidak lagi untuk kepentingan pribadi atau peneliti namun lebih berorientasi yang bisa mendunia seperti yang dilakukan di Korea dengan Samsungnya.

"Hasil riset di Indonesia belum ada yang masuk industri terkenal di dunia. Tahap riset kita masih berhenti pada purwarupa saja, tanpa pernah dikembangkan ke arah kebutuhan masyarakat," katanya.

Ketua Majlis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, Harun Joko Prayitno mengatakan dari 170 Perguruan Tinggi Muhammadiya-Asiyiyah (PTMA) memiliki 361 jurnah yang sudah terindek dari total nasional sebanyak lebih dari 3800 jurnal, PTMA sudah diatas 10 persen. "Dari 170 PTMA ini dari laporannya secara umum terindek di Sinta 1 sebanyak 5 jurnal, Sinta 2 sebanyak 30 jurnal dan selebihnya masuk dalam Sinta 4, 5 dan selanjutnya. Yang tidak masuk Sinta tidak saya sebutkan,". (Rony)‎

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter