loading...
loading...

Budaya Literasi Modal dalam Persaingan Global

inidata.id - Sejarah peradaban umat manusia menunjukkan bahwa bangsa yang maju tidak dibangun hanya mengandalkan kekayaan alam yang melimpah dan jumlah penduduk yang banyak. Namun, ditandai dengan masyarakat yang memiliki peradaban tinggi, dan aktif.

Demikian sambutan Bupati Tanggamus,Dewi Handajani dalam acara Pengukuhan Bunda Literasi Tanggamus dan Pencanangan Kabupaten Tanggamus sebagai Kabupaten Literasi oleh Kepala Perpustakaan Nasional  Republik Indonesia Syarif Bindo, di Aula Islamic Center,  Kota Agung,  Senin (20/1/2020)

Budaya literasi dalam konteks ini, kata Dewi Handajani, bukan hanya masalah bagaimana suatu bangsa bebas dari buta aksara, melainkan juga yang lebih penting, bagaimana masyarakat memiliki kecakapan hidup agar mampu bersaing dan bersanding dengan bangsa lain.

“Bangsa dengan budaya literasi tinggi menunjukkan kemampuan bangsa tersebut berkolaborasi, berpikir kritis, kreatif, komunikatif sehingga dapat bersaing dalam percaturan persaingan global,” ujarnya.

Untuk itulah Kabupaten Tanggamus, dia bilang harus mampu mengembangkan budaya literasi sebagai prasyarat kecakapan hidup abad ke-21 melalui pendidikan yang terintegrasi, mulai dari keluarga, sekolah, sampai dengan masyarakat. Penguasaan enam literasi dasar yang disepakati oleh World Economic Forum pada Tahun 2015 menjadi sangat penting tidak hanya bagi peserta didik, tetapi juga bagi orang tua dan seluruh warga masyarakat.

“Enam literasi dasar tersebut mencakup literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan literasi budaya kewargaan,” kata Dewi Handayani.

Pintu masuk untuk mengembangkan budaya literasi bangsa adalah melalui penyediaan bahan bacaan dan peningkatan minat baca anak. Sebagai bagian penting dari penumbuhan budi pekerti, minat baca anak perlu dipupuk sejak usia dini mulai dari lingkungan keluarga. Minat baca yang tinggi, didukung dengan ketersediaan bahan bacaan yang bermutu dan terjangkau, akan mendorong kebiasaan membaca dan menulis, baik di sekolah maupun di masyarakat.

“Dengan kemampuan membaca ini pula enam literasi dasar dapat di tumbuhkembangkan. Untuk itu, Gerakan Literasi Daerah yang diinisiasi Kemendikbud melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi pekerti harus disokong digiatkan pula oleh para pemangku kepentingan, seperti pegiat literasi, akademisi, organisasi profesi, dunia usaha, dan kementerian/lembaga lain,” ujar Dewi mengingatkan.

Gerakan Literasi Daerah diharapkan menjadi pendukung keluarga, sekolah dan masyarakat mulai dari perkotaan sampai ke wilayah terjauh untuk berperan aktif dalam menumbuhkan budaya literasi. Melalui pengukuhan Bunda Literasi dan pencanangan Kabupaten Tanggamus sebagai Kabupaten Literasi juga diharapkan dapat menambah semangat, antusias serta kesadaran kita akan pentingnya budaya literasi dengan memanfaatkan fasilitas  perpustakaan sebagai wadah belajar dan sumber belajar sepanjang hayat, serta pengembangan minat baca masyarakat agar tumbuh menjadi manusia yang cerdas, kreatif, inovatif, mandiri dan berdaya saing. 

Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung Ferynia mewakili Bunda Literasi Provinsi Lampung Ibu Riana Sari Arinal,mengatakan, Pemerintah Provinsi Lampung sangat mengapresiasi kepada Kabupaten Tanggamus yang berinovasi untuk melaksanakan kegiatan yang luar biasa ini.

Pencanangan Kabupaten Tanggamus sebagai Kabupaten Literasi di awal tahun 2020 ini, merupakan momen yang sangat strategis dalam upaya mendukung minat masyarakat guna memperluas wawasan dan pengetahuan dengan membaca.

Hal ini dikarenakan dengan membaca dapat meningkatkan kreativitas, kepercayaan diri, membuka diri terhadap ide dan informasi baru, serta dapat mengembangkan kemampuan dan bakat yang dimiliki dengan optimal.

“Dengan dikukuhkannya Bunda Literasi, diharapkan peningkatan budaya baca di seluruh lapisan masyarakat akan lebih cepat, karena dengan seorang ibu akan lebih dekat dengan masyarakat, lebih inovatif dan kreatif dalam menumbuhkembangan minat baca pada masyarakat,” kata Feryna. (Ko Chris Tian)

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter