loading...
loading...

Kakek di Sumenep Dibekuk Polisi, karena Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur

inidata.id - Seorang kakek bernama Abd Latip (60) asal Desa Sepanjang, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur ditangkap aparat kepolisian setempat. Penangkapan tersebut lantaran kakek bejat diduga telah memperkosa anak di bawah umur yang tak lain tetangganya sendiri.

Akibat perbuatan bejat kakek itu, korban bunga (nama samaran) umur 13 tahun kini seringkali murung dan badannya semakin kurus. Ironisnya korban hamil, sehingga masa kebahagian anak di bawah umur itu hilang begitu saja, karena ia harus menanggung malu lantaran perbuatan perbuatan tak senonoh tetangganya.

“Mengetahui anaknya hamil. Orangtua korban langsung melapor ke pihak desa yang kemudian dilanjutkan ke Polsek setempat,” kata AKP Widiarti, Kasubbag Humas Polres Sumenep, Senin (20/1/2020).

Widiarti mengungkapkan, aksi pemerkosaan terhadap korban terjadi pada bulan November 2019 lalu di semak-semak tanah tegalan milik pelaku. Karena tempat yang sepi, pelaku leluasa memperdaya korban melampiaskan nafsu bejatnya hingga korban hamil dua bulan.

“Awalnya orangtua korban curiga terhadap perubahan fisik dan tingkah laku anaknya. Badannya mulai kurus, sering berdiam diri dan sudah tidak datang bulan. Itupun dikira sedang sakit,” kata Widiarti.

Untuk memastikan apa yang terjadi terhadap anaknya, iapun memanggil bidan desa supaya periksa anaknya, dari hasil pemeriksaan diketahui korban hamil. Tapi masih saja tidak percaya tentang kejadian yang dialami anaknya, lantas membawa korban kepada bidan di luar desanya, hasilnya ternyata sama, hasil pemeriksaan juga menyampaikan bahwa anak itu hamil dan umur kandungannya sudah lebih dua bulan.

‘Jadi orangtuanya langsung bertanya kepada korban. Dan korban mengaku telah diperkosa oleh seorang kakek yang merupakan tetangganya,” kata Widiarti.

Saat ini pelaku pemerkosaan telah diamankan dan mendekam di tahanan Mapolres setempat. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, aparat kepolisian mengamankan barang bukti berupa pakaian korban dan pakain pelaku yang digunakan saat mencabuli anak di bawah umur.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku diancam dengan Pasal 81, 82 UU RI No. 17 tahun 2017 atas perubahan UU RI no. 35 th 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (Irul)

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter