Raja Keraton Agung Sejagat Pernah Ritual di Parangkusumo

inidata.id - Raja Keraton Agung Sejagat, Toto Santosa (42) yang kini ditangkap oleh Polda Jawa Tengah diketahui pula pernah melaksanakan ritual upacara sesaji di Pantai Parangkusumo, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, pada bulan April 2019 yang lalu.

Juru kunci Parangkusumo sekaligus abdi dalem Keraton Yogyakarta, Sutopo (45) jika ada pihak-pihak yang menggelar acara sesaji di Cepuri maupun labuhan yang sifatnya bukan pribadi pasti minta izin kepada juru kunci Parangkusumo (Sutopo) namun demikian sama sekali tak ada permintaan izin dari Raja Keraton Agung Sejagat, Toto Santosa untuk melaksanakan ritual di Cepuri maupun Pantai Parangkusumo.

"Saya belum pernah ketemu orang yang mengaku Raja Keraton Agung, Toto Santoso meminta izin untuk melakukan ritual baik di Cepuri maupun Pantai Parangkusumo,"ujarnya Rabu (15/1/2020).

Menurut dia jika ada pihak-pihak yang akan menggelar upacara secara resmi di Cepuri maupun Pantai Parangkusumo seperti dari Keraton Solo, Cirebon hingga dari luar negeri pasti memberi tahu dan meminta izin.

"Kalau kegiatan ritual pribadi pasti ndak perlu izin. Harusnya kalau Kerajaan Agung Sejagat mau menggelar ritual pasti minta izin," katanya.

Sutopo mengatakan pasca viral adanya Raja Keraton Agung Sejagat di Purworejo dalam group media sosial WhatsApp abdi dalem Keraton Yogyakarta juga ramai diperbincangkan dan dalam perbincangan tersebut sudah ada dugaan pasti ini modus penipuan dan ternyata itu benar.

"Pasti para pengikutnya menjadi korban dan dijanjikan sesuatu namun harus setor terlebih dahulu. Toh akhirnya ditangkap polisi juga kan," katanya.

Sutopo mengaku hingga saat ini juga belum mengetahui berapa korban yang tertipu oleh Raja Keraton Agung Sejagat khususnya warga Bantul karena informasinya banyak juga warga di Bantul jadi pengikut Raja Keraton Agung Sejagat. "Sejauh ini saya belum tahun namun jika ada nanti saya kasih tahu langsung,". (Rony)

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter