loading...
loading...

Bupati Bantul Daftar Bacalon Bupati ke Partai Golkar

inidata.id - Bupati Bantul petahana Suharsono resmi mendaftar sebagai bakal calon bupati Bantul melalui Partai Golkar Kabupaten Bantul. Mantan perwira menengah Polda Banten itu datang ke Kantor DPD II Partai Golkar Bantul menggunakan batik warna kuning didampingi oleh Sekretaris DPC Partai Gerindra Bantul, Darwinto.

Sebelum resmi mendaftar, Suharsoni didampingi Darwinto sempat melakukan dialog dengan pengurus DPD II Partai Golkar Bantul yang juga anggota Tim 11 atau tim penjaringan bupati dan wakil bupati Bantul dalam Pilkada 23 September 2020 yang akan datang.‎

Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Bantul, Darwinto mengatakan kedatangan Ketua DPC Partai Gerindra  sekaligus bupati petahana Bantul Suharsono yang pertama adalah untuk silaturahmi dengan pengurus DPD II Partai Golkar Bantul serta berkomunikasi untuk mengajak Partai Golkar Bantul berkoalisi dengan Partai Golkar Kabupaten Bantul.

"Kursi kita itu hanya 8 kursi dan untuk mengusung pasangan calon syaratnya minimalnya 9 kursi sehingga kita mengajak berkomunikasi dengan Partai Golkar untuk berkoalisi sehingga bisa mengusung pasangan calon kepala daerah dan calon wakil kepada daerah,"katanya di Kantor DPD II Partai Golkar Bantul.‎

Keseriusan DPC Gerindra Kabupaten Bantul menggandeng Partai Golkar Bantul untuk mengajak koalisi ditunjukkan dengan bakal calon bupati dari Partai Gerindra sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Bantul, Suharsono mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati Bantul dari Partai Golkar.

"Ketika Partai Gerindra dan Partai Golkar berkoalisi maka syarat untuk mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati terpenuhi bahkan berlebih karena kursi Partai Gerindra sebanyak 8 kursi dan Partai Golkar 5 kursi sehingga ada 13 kursi. Itu melebihi dari syarat untuk mengusung paslon bupati dan wakil bupati," ucapnya.

Darwin mengatakan keinginan berkoalisi dengan Partai Golkar karena dalam Pilkada 2020 ingin mengusung paslon sendiri dan nantinya berkoalisi maka koalisinya tanpa syarat.

"Kita sudah punya bakal calon bupati sendiri dan Partai Golkar memiliki bakal calon wakil bupati sendiri sehingga ketika berkoalisi maka akan mengusung pasangan calon sendiri dan diperkuat dengan pendaftaran Suharsono ke Partai Golkar sebagai bakal calon wakil bupati," ucapnya.‎

Dalam waktu dekat kata Darwinto, DPP Partai Gerindra juga akan memberikan surat perintah kepada Ketua DPC Partai Gerindra Bantul untuk melakukan komunikasi dengan partai-partai di Bantul untuk berkoalisi dalam Pilkada 2020.

"Termasuk juga nantinya mengusulkan nama bakal calon wakil bupati ke DPP Partai Gerindra yang akan mendampingi bakal calon bupati dari Partai Gerindra," ucapnya.‎

Sementara Ketua Tim 11 atau tim penjaringan bakal calon kepala daerah dan bakal calon wakil kepala daerah DPD II Partai Golkar Bantul mengatakan kedatangan Suharsono yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Bantul dipastikan untuk mendaftar sebagai bakal calon bupati dari Partai Golkar Bantul.

"Pak Harsono itu kan Ketua DPC Partai Gerindra Bantul dan ingin berkoalisi dengan Partai Golkar sehingga dengan mendaftar sebagai bakal calon bupati Bantul nantinya syarat kursi mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati tercukupi karena sudah ada 13 kursi dari syarat minimal kursi sebanyak 9 kursi," ucapnya.

Namun demikian kata Widodo, kesepakatan koalisi ini tergantung kesepakatan kedua partai dengan pertimbangan komitmen bersama, visi dan misi yang sama dan ketika ada kesamaan visi misi dan komitmen maka sangat dimungkinkan berkoalisi.

"Tujuan utama kedatangan Pak Harsono ini untuk mengajak Golkar berkoalisi dengan Partai Gerindra Bantul untuk bisa mengusung paslon dalam Pilkada 2020 mendatang," ujar mantan anggota DPRD Bantul periode 2014-2019 ini. (Rony)

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter