Cara BEI Sosialisasikan Manfaat Go Public di Pontianak

inidata.id - Potensi perkembangan Pasar Modal Indonesia semakin didukung oleh pesatnya pertumbuhan di daerah-daerah. Ditambah dengan peluang pendanaan bagi perusahaan daerah untuk dapat tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), pilihan produk investasi bagi investor pun menjadi semakin luas. Untuk menunjang sosialisasi terkait manfaat go public, BEI kerap menyelenggarakan Workshop Wartawan Daerah bekerjasama dengan Kantor Perwakilan (KP) BEI yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pada Sabtu (15/2/2020) diselenggarakan Workshop Wartawan Daerah di Hotel Golden Tulip Pontianak dengan mengundang sebanyak 30 orang wartawan lokal, sebagai corong penyampaian pesan dan edukasi kepada masyarakat sekitar.

Dengan jumlah penduduk sebanyak 5.440.030, pada kuartal ke-4 2019, pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Barat tecatat meningkat sebesar 4,66 persen (yoy).

Hal ini menunjukkan potensi yang besar bagi perusahaan daerah Kalimantan Barat untuk dapat menjadi Perusahaan Tercatat di BEI dan meramaikan produk investasi saham bagi investor pasar modal.

Dari Kalimantan Barat sendiri, telah tercatat PT Steadfast Marine Tbk (KPAL) pada 2018 yang lalu dengan total nilai fund raised sebesar Rp40,25 miliar.

Seiring dengan kampanye BEI “Go Public, Lebih Baik” yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah Perusahaan Tercatat untuk melantai di BEI, pada kesempatan ini KP BEI Pontianak juga menggandeng Kepala Cabang Mandiri Sekuritas Yuri Ariandi dan Kepala Cabang Panin Sekuritas Theryan Perry, untuk menyampaikan bagaimana pasar modal dapat menjadi alternatif pendanaan bagi perusahaan di daerah.

 Sedangkan untuk tema Pencapaian Target 75 Perusahaan Tercatat dibawakan oleh Kepala KP BEI Pontianak Taufan Febiola. Kegiatan WWD di Pontianak diawali dengan agenda Media Visit ke Tribun Pontianak yang telah diselenggarakan pada Kamis (13/2) dan turut dihadiri oleh Pemimpin Redaksi Tribun Pontianak, Kepala KP BEI, dan sejumlah Jurnalis Tribun Pontianak.

Dari segi jumlah investor saham, sampai dengan Desember 2019, Provinsi Kalimantan Barat mencapai jumlah 17.464 Single Investor Identification (SID) atau mengalami peningkatan sebesar 6.049 SID dibandingkan pada tahun 2018 atau naik sebesar 53 persen (yoy) dengan total nilai transaksi sebesar Rp7,3 triliun sepanjang tahun. Jumlah investor yang meningkat tersebut juga merupakan hasil kontribusi 13 Galeri Investasi (GI) BEI di Kalimantan Barat yang berlokasi di 10 Perguruan Tinggi dan 3 di Non Perguruan Tinggi.

Dikutip dalam keterangan resminya, sinergi baik yang terjadi antara GI BEI serta 12 Anggota Bursa (AB) yang berada di Kalimantan Barat dapat mendukung BEI dalam melakukan sosialisasi dan literasi terkait inklusi di pasar modal.

Tidak hanya meningkatkan jumlah investor, kegiatan WWD dan kolaborasi yang apik antar stakeholders terkait diharapkan dapat berkontribusi aktif terhadap penambahan Perusahaan Tercatat di BEI yang nantinya juga dapat memberikan dampak signifikan bagi perkembangan ekonomi di Provinsi Kalimantan Barat. (*)



Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter