loading...
loading...

Ditinggal Suami Arisan, Istri "Diembat" Pak Dukuh

inidata.id - Kepala Dusun Tegalrejo-Tegalsari, Desa Srigading, Kecamatan Sanden Kabupaten Bantul, Junarto harus menanggung aib seumur hidup akibat berduan didalam rumah dengan wanita yang telah memiliki suami sebut saja TR dan digrebeg oleh warga warga Dusun Soge Sanden, Desa Srigading, Kecamatan Sanden Kabupaten Bantul, pada Senin malam (3/1) sekitar pukul 20.30 WIB.

Salah satu Dusun Soge Sanden yang turut menggrebeg sang Kadus dengan TR, Sujodo mengatakan kejadian penggrebegan itu berawal dari kecurigaan seorang warga Dusun Soge Sanden, Sujodo mengatakan melihat sang dukuh sedang membeli makanan dan minuman diangkringan tak jauh dari rumah TR sekitar pukul sekitar pukul 18.00 WIB.

"Menjelang pukul 19.00 WIB sang dukuh kemudian menaiki sepeda motornya ke rumah TR dan sepeda motor disembunyikan di halaman belakang rumah TR. Kemudian sang dukuh masuk ke rumah TR yang sedang ditinggal suaminya untuk arisan," ujar Bedung panggilan akrab Sujodo, Selasa (4/1/2020).

Hampir satu setengah jam sang Dukuh berada di dalam rumah bersama TR namun sengaja belum digrebeg karena masih menunggu beberapa warga yang lainnya untuk melakukan penggrebegan bersama.

"Sebelum digrebeg sepeda motor sang Dukuh saya pindah ke depan masjid yang berada di depan rumah TR untuk berjaga-jaga jika digrebeg kemudian ingin melarikan diri. Kebetulan kunci juga ditinggal di sepeda motor," katanya.

Setelah semua warga datang, Bedung mengaku langsung menggrebeg sang Dukuh yang berada dalam rumah bersama TR dengan cara pintu depan rumah TR didobrak dan akhirnya terbuka namun sang Dukuh keluar dari pintu belakang dan berjalan ke depan rumah TR melalui samping rumah TR.

"Pas lewat samping rumah itu ketemu warga lainnya yang telah mengepung rumah TR. Kemudian sang Dukuh dibawa ke rumah Kepala Dusun Soge Sanden untuk dimintai keterangan dan tanggung jawabnya," ucapnya.

‎Setelah ditangkap kemudian sang Dukuh dan TR dibawa ke Rumah Kepala Dusun Soge Sanden Sukamto, sedangkan sang suami TR yang sedang ikut arisan dijemput dan dibawa ke rumah Kepala Dusun Soge Sanden.

"Jadi memang sang Dukuh dengan TR itu sudah punya hubungan cukup lama dan warga sudah sangat sabar dan sudah sampai puncak kesebarannya. Kita grebeg karena warga juga tak mau diinjak-injak harga dirinya," kata Murtijo, warga lainnya di Dusun Soge Sanden.

Sementara itu Kepala Dusun Soge Sanden, Sukamta membenarkan adanya pasangan selingkuh yang digrebeg warga sedang berduan didalam rumah yang kebetulan sang suami sedang iku arisan.

"Kok yang digrebeg itu Pak Dukuhnya dusun sebelah dan yang wanita itu warga saya," katanya.

Saat disidang yang dihadiri oleh RT, tokoh masyarakat dan warga melakukan penggrebegan diketahui keduanya mengakui melakukan perselingkuhan dan bukan pertamakalinya melakukan perselingkuhan.

"Tapi malam tidak sempat ditanya sudah melakukan hubungan badan berapa kali namun pihak wanita mengakui ingin memiliki anak namun tanpa sepengetahuan suaminya yang sah," katanya.

"Apakah kalau ingin punya anak dan selingkuh itu tidak melakukan hubungan badan, ya disimpulkan sendiri. Mosok dipegang pusarnya bisa hamil," ucapnya.

Dalam sidang itu disepakai bahwa sang laki-laki siap untuk bertanggung jawab jika nanti hamil dan melahirkan serta akan membiayai semuanya termasuk bersedia mengganti sanksi sosial berupa uang Rp 5 juta untuk masyarakat Soge Sanden.

"Dia yang buat surat pernyataan sendiri, ditanda tangani dan diberi materai. Kita anggap masalah selesai ketika uang Rp 5 juta diberikan paling lambat tanggal 15 Februari 2020," katanya. (Rony)‎

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter