Pilkada Bantul 2020, PDI Perjuangan Dan PKB Resmi Berkoalisi

inidata.id - PDI Perjuangan Kabupaten Bantul dan Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Bantul resmi berkoalisi untuk Pilkada Bantul 23 September 2020 yang akan datang. Koalisi antara kaum Marhen dan Santri di Bantul diputuskan dalam sebuah pertemuan di salah satu rumah makan di Jalan Parangtritis, Manding, Kabupaten Bantul, Selasa (4/1/2020).

Ketua DPC PKB Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan bahwa PKB dan PDI Perjuangan sudah sepakat untuk melakukan koalisi dalam Pilkada Bantul demikian pula sudah ada komunikasi dan komitmen bersama antara DPW PKB DIY dan DPD PDI Perjuangan DIY terkait koalisi antara PKB dan PDI Perjuangan dalam Pilkada Bantul 2020 mendatang. Komitmen tersebut juga telah dikomunikasikan ke DPP PKB dan DPP PDI Perjuangan dan diharapkan nantinya Ibu Megawati dan Pak Muhaimin Iskandar bisa menindaklanjuti.‎

"Jadi kita hanya tinggal menunggu restu dari DPP PKB dan DPP PDI Perjuangan karena tentunya harus ditindak lanjuti dengan pemberian rekomendasi oleh DPP PKB dan DPP PDI Perjuangan," katanya. ‎

Wakil Bupati Bantul ini mengatakan PKB dan PDI Perjuangan akan bersama-sama membangun Bantul yang menitik beratkan pelayanan masyarakat tanpa sekat dan harus dijamin pelayanannya tanpa dibeda-bedakan.

"PKB dan PDI Perjuangan juga berkomitmen semua program pemerintah harus berorientasi untuk kepentingan masyarakat. Kepentingan masyarakat yang akan menjadi orientasi dalam setiap pembahasan APBD maupun kebijakan kita. PKB dan PDI Perjuangan berkomitmen untuk wujudkan hal tersebut," ucapnya.

"Karenanya harus ada pembahasan lebih lanjut tentang visi misi PKB dan PDI Perjuangan untuk memberikan pengadian terbaik bagi masyarakat Bantul," katanya.

Terkait dengan siapa nantinya yang akan menjadi calon bupati dan wakil bupati sementara PKB ngotot untuk calon bupati, Halim mengatakan PKB taat asas karena penentu keputusan akhir adalah DPP dan biarlah DPP yang memutuskan.

"Kita siap melaksanakan apa putusan DPP baik DPP PKB dan DPP PDI Perjuangan,"ucapnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Bantul, Joko Purnomo mengatakan dibangunnya koalisi PDIP dan PKB ini adalah koalisi rakyat yang mencoba memadukan antara kaum Marhen dan Santri di Kabupaten Bantul yang harapannya akan memilih pasangan pemimpin yang diharapkan oleh masyarakat Bantul.

"Kita membangun koalisi bukan karena dasarnya bukan karena transaksional, bukan transaksional finansial, bukan transaksional Jabatan. Namun sebuah kesepakatan bersama dan muaranya untuk kesejahteraan masyarakat Bantul," katanya.

"Kita juga sepakat apa putusan dari DPP baik DPP PDI Perjuangan dan DPP PKB maka siap untuk mengemban tugas yang diberikan," ujarnya.

Anggota DPRD DIY mengatakan tentunya koalisi PDI Perjuangan dan PKB akan menawarkan kepada kekuatan politik yang lain tentu dengan syarat komitmen kerakyatan adalah segalanya.

"Tentu komitmen untuk memajukan Bantul, memperbaiki Bantul mensejahterakan Bantul adalah hal yang tidak bisa ditawar. Tidak ada transaksi-transaksinan dan kita kembali ke kitoh demokrasi yang bersih, kitoh demokrasi yang berpihak kepada rakyat," kata Abdul Halim Muslih. (Rony)‎



Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter