Promosi Kampung Berpotensi Wisata

inidata.id - Komunitas Enggang Khatulistiwa dibentuk ulang tepat pada HUT Kota Pontianak ke-248 23 Oktober 2019 lalu. Sebelumnya, bernama Kelas Menulis Enggang Khatulistiwa yang mayoritas anggotanya mahasiswa dan para pekerja.

“Kenapa dinamakan ‘kelas menulis’? karena waktu itu kami menawarkan empat kelas bagi para anggota,  lengkap dengan mentornya masing-masing, yakni Kelas Puisi, Kelas Cerpen, Kelas Novel, dan Kelas Nonfiksi,” kata ketua sekaligus pendiri Enggang Khatulistiwa, Vivi Al Hinduan.

Namun, karena kesibukan masing-masing, setelah berhasil menerbitkan buku perdana mereka secara gratis tanpa dipungut biaya percetakan di ajang bergengsi Kalbar Book Fair 2017 silam, Kelas Menulis Enggang Khatulistiwa pun dibubarkan.

Setelah lama vakum, Vivi akhirnya membentuk kembali EKHA (Enggang Khatulistiwa) dengan konsep yang sangat berbeda dari sebelumnya. Kini, EKHA beranggotakan hanya sembilan peserta (termasuk Vivi selaku ketua) dan semuanya perempuan.

“Sebagian sudah menikah dan sebagian belum. Kami setiap dua minggu sekali turun langsung ke kampung-kampung yang berpotensi dikembangkan menjadi kampung wisata di Pontianak," kata dia dalam keterangan resminya.

Akhir Desember 2019 lalu, kata Vivi Al Hinduan mereka pertama kali berkunjung ke Kampung Caping Mendawai di Jalan Imam Bonjol. "Di sana, kami meliput, mewawancarai, serta menuliskan hasil liputan tentang obyek wisata  menarik yang ada di sana tujuannya untuk dibukukan dan akan diluncurkan pada HUT Kota Pontianak ke-249 tanggal 23 Oktober 2020 nanti.”

Di Januari 2020 ini, EKHA telah mengunjung Kampung Tenun di Gang Sambas Jaya Batulayang, Kampung Tambelan di Kelurahan Tambelan Sampit Pontianak Timur. Rencanya di bulan Februari ini, kampung-kampung berpotensi wisata yang akan turut dikunjungi dan dipromosikan oleh Komunitas EKHA adalah Kampung Bansir dan Kampung Beting. Sedang Maret nanti mereka berencana mengunjungi Kampung Kamboja dan Kampung Bangka.

“Saat ini, Pemerintah Kota Pontianak sedang gencar membangun kampung-kampung di tepian Sungai Kapuas untuk dikembangkan menjadi kampung wisata. Kami membantu mempromosikan kampung-kampung tersebut ke masyarakat luas,” kata Vivi. (*)

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter