Ads 720 x 90

Fiksioner Free Blogger Theme Download

MUI Kepri keluarkan 7 Poin Fatwa Lawan Corona

inidata.id - Mencermati perkembangan situasi terkini terkait dengan Pandemi Covid-19 di Kepulauan Riau, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepulauan Riau mengeluarkan 7 Poin Fatwa lawan virus corona.

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepulauan Riau KH. Bambang Maryono mengatakan fatwa tersebut dapat dilakukan Dewan Mesjid dan Mushola dan segenap Kaum Muslimin di  Provinsi Kepri.

"Adapun salah satu poin fatwa di antaranya, salah satu seruan dari adzan diganti dan meniadakan kegiatan ke agamaan sementara," kata  KH Bambang Rabu (25/3/2020).

Seruan dari fatwa tidak mesti berlaku untuk semua wilayah di Provinsi Kepri. Melainkan empat wilayah zona darurat yang terindikasi adanya penyebaran Wabah Virus korona di Provinsi Kepri antara lain, Kota Batam, Tanjung Pinang, Tanjung Balai Karimun dan Bintan

Setelah menimbang dan mendengar usulan serta keputusan Rapat Komisi Fatwa Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kepulauan Riau dan MUI Kota Batam, MUI Kota Tanjung Pinang serta merujuk kepada Fatwa MUI No.14 tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19 dan memperhatikan Keputusan Gubernur Kepulauan Riau No: 307 tahun 2020 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Non Alam Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di
Provinsi Kepulauan Riau tanggal 19 Maret 2020.

" Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kepulauan Riau menyelenggarakan  4 Poin Fatwa," kata Bambang.

Adapun Fatwa yang di serukan MUI Provinsi Kepri antara lain:

1. Umat Islam harus meyakini secara Agidah bahwa Wabah Covid-19 ini adalah
Musibah dari Allah SWT, namun secara Syariah kita diperintahkan berikhtiar untuk
menghindarinya, dan secara Akhlaq kita harus saling menguatkan dan saling tolong
menolong dalam menghadapi wabah ini.

2. Umat Islam agar semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak ibadah, taubat, istighfar, dzikir dan membaca qunut Nazilah di setiap shalat Fardhu, memperbanyak shalawat, sedekah serta senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar diberikan perlindungan dan keselamatan dari musibah dan marabahaya (dafu al-bala' wal waba), khususnya dari wabah COVID-19.

3. Meminta kepada Pengelola Masjid dan segenap Umat Islam Se  Provinsi Kepulauan
Riau, Khususnya Kota Batam ,Kota Tanjung Pinang,  Kabupaten Bintan dan Kabupaten Tanjung Balai Karimun untuk tidak menyelenggarakan Shalat Jum'at, sampai dengan
Pemerintah menyampaikan kondisi telah kembali normal dan para Jamaah menggantinya dengan melaksanakan Shalat Dzuhur di kediaman masing-masing.

4. Pengelola Masjid dan Musholla se Provinsi Kepulauan Riau khususnya Kota Batam, Kota Tanjung Pinang, Kabupaten, Karimun, Kabupaten Bintan tidak menyelenggarakan shalat lima waktu secara berjamaah, namun Murotal, Tarhim dan Adzan tetap di kumandangkan sebagai Syiar Islam, sementara untuk Jamaah diminta melaksanakan shalat berjamaah di rumah masing-masing sampai dengan Pemenintah menyatakan kondisi telah kembali normal.

5. Dalam hal Muadzin mengumandangkan azdan sebagia poin 2 dan 3 ada tambahan kalimat yang bisa dilakukan dalam dua cara. Cara pertama selesai mengumandangkan adzan sebagaimana biasa lalu di tambahkan kalimat " Sholu fii Rihalikum" sebagaimana hadits nabi dari Ibnu Umar dalam shahih Bukhori no 632 dan shahih muslim no 1633.

Cara kedua:  kalimat hayya ala Sholah di ganti dengan kalimat Sholu Fee Buyutikum sebagaiman hadits nabi riwayat Ibnu Abas dalam shahih Bukhari no 901.

6.Tidak menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang melibatkan orang Banyak baik di mesjid maupun di Mushola atau tempat lainya sampai dengan pemerintah menyatakan kondisi kembali Normal.

7. Meminta kepada seluruh umat Islam setiap salat fardu melakukan qunut Nazilah, berzikir dan memperbanyak doa kepala Allah SWT. (*)

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter