Satgas Penanggulangan Bencana Relawan COVID 19

inidata.id - Sebanyak 10 orang Mahasiswa Semester Akhir Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ( STIKes) YARSI Pontianak yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan  Bencana Relawan Covid 19. Kamis pagi diserah terimakan dari Ketua STIKes YARSI Pontianak kepada Direktur Rumah Sakit Umum YARSI Pontianak.

Sebelum mereka ini diturunkan dimedan tugas, diwajibkan mengikuti Pembekalan dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia ( PPNI)  Pontianak.Mereka ini adalah Mahasiswa Pilihan. karena awalnya yang mengikuti Seleksi ini Cukup Ramai, mencapai 25 orang, namun dalam perjalanannya mereka mulai berguguran, dari 25 orang yang mengikuti Seleksi, yang dinyatakan Lulus menjadi Satgas Penanggulangan Bencana, tinggallah 10 orang.

Mereka mengikuti seleksi mulai dari Seleksi Fisik, Kesehatan sampai test Psykotest dan terakhir Rapid Test.

Ketua Pengurus Yayasan Rumah Sakit Islam YARSI Pontianak Suhadi SW  menyampaikan bahwa saat ini Bangsa Kita bahkan dunia sedang menghadapi Perang Proxy atau Proxy ward, di mana perang tanpa menggunakan senjata dan tanpa menggerakkan Pasukan, karena musuh yag dihadapi tidak terlihat secara kasat Mata, yaitu wabah virus corona.

Dia bilang, dalam menghadapi peperangan ini yang ada di garis depan adalah para dokter, perawat dan relawan kesehatan.

"Mereka inilah pejuang pejuang kesehatan yang berada digaris depan dan siap menghadapi musuh virus corona," kata Suhadi.

Tugas berat yang dihadapi para Relawan ini adalah bagaimana merebut nyawa dari genggaman malaikat maut.  Tujuanya agar nyawa tersebut bisa terselamatkan.untuk menghadapi itu diperlukan kesiapan mental dari para relawan di antaranya tidak panik dan galau karena kepanikan dan kegalauan merupakan 50 persen dari penyakit, menghadapi virus ini harus tenang dan sabar.

"Karena ketenangan dan kesabaran, merupakan 50 persen dari obat dan yang lebih utama lagi para relawan harus tetap semangat, Karena semangat merupakan proses menuju kemenangan," kata Suhadi.

Oleh karena itu, mereka dibekali dengan Alat Pelindung Diri yang standar, mulai dari pakaiannya, masker, kacamata sarung tangan dan sebagainya. jangan sampai para relawan yang berada di garis depan untuk menyelamatkan PDP malah terpapar virus corona.

"Agar  bisa memenangkam peperangan ini perlu dukungan dari semua pihak, utamanya masyarakat, agar tetap tinggal di rumah, hindari kerumunan, cuci tangan dengan sabun, jaga jarak. Karena Virus ini sedang membara kalau kita mendekat bisa terbakar," kata Suhadi.

Dia mengingatkan, dan yang lebih utama lagi adalah mereka saat ini segar bugar, selesai menjadi relawan harus tetap sehat dan Semangat.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter