loading...
loading...

Tiga Isu Krusial Masa Pandemi COVID-19 Menurut SIEJ

inidata.id - “Di tengah masa pandemi COVID-19 saat di mana semua kegiatan dilaksanakan di rumah, dan tidk mungkn melakukan kampanye massal, maka dalam rangka merayakan World Press Freedom Day atau WPFD ini, SIEJ menggelar kampanya virtualz. Kamu membuat sejumlah poster yang terkait kerja jurnalis lingkungan dan juga kebebasan pers," sebuah pesan terlihat dari gawai. Pesan singkat Ketua Umum The Society of Indonesian Environmental Journalist (SIEJ), Rochimawati saat dihubungi Inidata.id dari Pontianak, Kalimantan Barat.
SIEJ merasa perlu mengkampanyekan momentum hari kemerdekaan pers dunia ini. Setidaknya ingin menandai ada beberapa isu krusial di Indonesia belakangan ini.

Rochimawati merincinya sebagai berikut:

1. Kekerasan terhadap jurnalis dan aktivis lingkungan semakin meningkat dan mengkawatirkan. Jurnalis dan aktivis yang kritis terhadap persoalan kerusakan lingkungan, oligarki, penguasaan sumber daya alam, dan lain-lain, dibungkam dengan berbagai cara. Seperti kekerasan hingga pembunuhan, kirminalisasi, bahkan pemidanaan dengan UU ITE yang dialami jurnalis.

2. Kekawatiran kita terhadap perkembangan dari pembahasan RUU Cipta Kerja OmnibusLaw. Sampai saat ini, pemerintah seperti bergeming dengan suara-suara penolakan masyarakat sipil. Media juga mulai mungurangi perhatiannya terhadap OmnibusLaw. Karena itu, di momentum WPFD 2020, kampanye ini sekaligus mendorong awareness kepada media untuk tetap kritis terhadap pemerintah.

3. Isu COVID-19 perlu kita refleksikan bersama sebagai ajakan untuk kembali memerhatikan lingkungan atau alam ini. Porsi pemberitaan media masih relatif sedikit terhadap aspek lingkungan di tengah wabah covid-19 ini.
"Padahal beberapa studi telah menemukan ada korelasi yang amat mungkin antara penyebaran virus dan aspek lingkungan atau dampaknya terhadap lingkungan kita. Selain itu, di tengah penanganan COVID-19, kita juga penting mendorong pemerintah agar transparan dan akuntabel," kata Ketua Umum The Society of Indonesian Environmental Journalist (SIEJ), Rochimawati, Minggu malam, 3 Mei 2020.



Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter