loading...
loading...

Akhir Cerita Layangan Jatuh di Bandara Supadio Pontianak


inidata.id - Sore itu, sebuah layangan jatuh di landasan pacu Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kalimantan Barat. Tentu saja, hal itu membuat cemas petugas keamanan Bandara Internasional Supadio Pontianak. Sebab, layang jatuh akan  mengancam dan membahayakan keselamatan operasi penerbangan (KKOP).

Kepala Seksi pengembangan sistem Transportasi pada Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat, Ulung Alana, kepada sejumlah wartawan mengatakan  demi memberantas pemain layangan yang dinilai telah mengancam keselamatan penerbangan, tim gabungan TNI AU, Satpol PP Pontianak, Satpol Provinsi Kalimantan Barat, Satpol PP Kubu Raya, dan Avsec Bandara Internasional Supadio serta TNI AD mengelar operasi . Tujuannya adalah penertiban pemain layangan selama tiga hari dimulai hari ini hingga dua hari kedepan.

"Penertiban dilakukan karena layang-layang ini menggunakan gelasan, tali kawat, gerinda dan keberadaan mereka dekat dengan kawasan penerbangan. Ini membahayakan dan mengganggu keselamatan operasi penerbangan," ujar Ulung Alana,  pada Rabu (24/6/2020).

Dia menjelakan,  saat ini petugas masih memberikan sosialisasi terkait larangan bermain layang-layang. Sosialisasi berupa mengedarkan surat imbauan kepada pengurus RT di lingkungan sekitar Bandara Internasional Supadio Pontianak.

"Informasi dari warga setempat, pemain layang-layang ini bukan berasal dari warga lokal. Pemain datang dari berbagai daerah mulai dari Siantan, Rasau Jaya dan kota Pontianak. Tentu ini sangat disayangkan, karena pemain layang-layang ini mengambil lokasi di sekitar kawasan Bandara yang dapat menganggu operasional penerbangan," ujar Ulung Alana.

Dia berkata, berdasarkan Perda Provinsi Kalimantan Barat nomor 2 tahun 2008 tentang Pengendalian kawasan keselamatan operasi penerbangan dan kawasan kebisingan bandara Supadio Pontianak.  Pelanggaran terhadap larangan ini dapat dikenakan sanksi pidana kurungan paling lama enam bulan atau denda paling banyak Rp50 juta.

“Itu  sesuai aturan di pasal 31 ayat 1 perda,” ujar Ulung Alana.

Ketua RT 01/RW 11 Dusun Mulyorejo Desa Limbung, Muhammad Abdullah, berkata adanya perhatian pemerintah dalam hal ini petugas gabungan yang mulai menertibkan pemain layang-layang di wilayahnya.

"Kami di sini sudah lama resah, sudah beberapa kali kami ingatkan, tapi pemain layang-layang ini, bukan anak kecil, tapi pemain ini orang tua semua, tak menggubris larangan kami. Apalagi kami tidak punya kekuatan hukum, jika ada surat seperti ini dari Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat, kami berani melarang mereka yang bermain layang-layang," ujar Muhammad Abdullah.

Sebagai informasi diketahui,  kawasan keselamatan operasi penerbangan (KKOP) Bandara Internasional Supadio Pontianak meliputi daerah berbentuk lingkaran lonjong dengan jari-jari kurang lebih 15.000 meter di sekeliling Bandara Internasional Supadio.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter