Kala Penggiat Seni di Blora Kembali Suarakan Kegelisahan

inidata.id - Puluhan penggiat seni kembali menyuarakan kegelisahannya kapan dapat beraktivitas melakukan kegiatan. Pasalnya, mereka sudah lama menganggur dan tidak ada jobs yang masuk lantaran belum diperbolehkannya menerima jobs atau menggelar aktivitas pentas kesenian.

Sebelumnya, para penggiat seni yang terdiri dari Pelukis Cukil, Musisi, Penari, Jasa penyewaan sound sistem dan panggung, maupun yang lainnya pada pekan lalu juga telah mengeruduk DPRD Blora. Karena belum ada kejelasan, mereka kemudian menyalurkan kegelisahannya melalui pihak Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora.

"Terus terang kami gelisah. Sejak 4 bulanan ini kegiatan kami stagnan. Kami ingin diperbolehkan menjalankan kegiatan kami lagi," kata Edhy Kalbu (41) dari Komunitas Seni Budaya Blora, Jumat (19/6/2020).

Menurut dia, pandemi corona Covid-19 membuat banyak para penggiat seni nganggur tidak dapat pemasukan. Sementara di Blora sendiri padahal tidak ada aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pelarangan pentas seni.

"Tidak perbolehkannya ini sampai kapan, kami ingin mendapat kejelasan agar era new normal ini diizinkan," katanya.

Penggiat seni lainnya, Nanang Gatot Sulistya (40) selaku seniman pelukis cukil dari Akar Merdeka mengatakan, kepedulian Pemkab Blora terhadap penggiat seni yang terdampak Covid-19 hingga saat ini juga tidak ada.

Dia menyampaikan, penggiat seni berharap supaya di era tatanan kehidupan baru atau new normal untuk diberikan izinkan kembali beraktivitas.

"Kami ingin diberikan izin melakukan aktivitas seperti sedia kala. Tentunya kami akan berusaha menjalankan kegiatan sesuai protokol kesehatan," katanya.

Pantauan di Pendopo Dinporabudpar Kabupaten Blora, beberapa kegelisahan dari para penggiat seni lain juga disampaikan. Intinya mereka menginginkan aktivitasnya dapat dijalankan kembali.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinporabudpar Kabupaten Blora, Slamet Pamudji mengungkapkan, pihaknya akan menyampaikan lebih lanjut kegelisahan para penggiat seni kepada gugus Covid-19.

Mumuk sapaan akrabnya, menegaskan bahwa pertemuan yang dilaksanakan ini tidak untuk memutuskan terkait diberikan izin atau tidaknya, tetapi hanya untuk memperoleh kesepakatan dari para penggiat seni.

"Ini nanti akan kami sampaikan ke tim gugus tugas, agar pegiat seni diizinkan kembali untuk beraktifitas, kami butuh masukan dari berbagai pihak. Jadi itu yang harus dipahami," ucapnya.

Mumuk mengatakan, untuk pagelaran seni di new normal ini yang sulit adalah dalam menjalankan protokol kesehatan adalah physical distancing. Dia mencontohkan, seperti halnya menggelar tayuban itu tidak boleh nyawernya berdekatan.

"Itu yang sulit, nanti keputusannya tim gugus bagaimana, boleh tidaknya," katanya.

Mumuk menjelaskan, PSBB Blora memang tidak ada aturan yang melarang adanya kegiatan pentas seni. Namun, dia bilang, larangan itu dimunculkan atas dasar pada protokol kesehatan secara umum ketika Covid-19 jangan sampai mengumpulkan orang banyak.

"Seni itu kan berpotensi mengumpulkan orang banyak, jadi kita larang. Kemudian munculnya surat edaran dari provinsi yang intinya semua event seni budaya agar dihentikan semuanya," ucapnya.

Kemudian, kata dia, kebijakan pemkab Blora terkait bantuan Covid-19 untuk penggiat seni, pihaknya mengakui serba sulit.

"Pusat ada, dari provinsi tidak ada. Kemudian yang dari Blora prinsipnya yang terdampak tapi miskin. Itulah sulitnya," katanya.

Dari pusat, dia menerangkan, beberapa waktu lalu disampaikan dalam bentuk aplikasi yang diluncurkan. Namun  berupa bentuk suratnya tidak ada "Surat secuilpun tidak ada sama sekali yang disampaikan ke pihak kami," kata Mumuk. (Ahmad Adirin)


Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter