Perhimpunan INTI Bertekad Bersama Membangun Indonesia

INTI 21 Tahun  Berkiprah
inidata.id - Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) sudah 21 tahun berkiprah. Organissai kebangsaan  yang mengusung semangatsesuai dengan  UUD RI 1945, bebas, egaliter, pluralis, inklusif, demokratis, tidak bernaung atau mengikatkan diri kepada salah satu partai politik ini dideklarasikan  oleh 17 orang tokoh Tionghoa di Indonesia pada tanggal 10 April 1999.

Para deklarator ini merupakan tokoh-tokoh yang memiliki kepedulian tentang persatuan dan kesatuan bangsa yaitu; Aswan Sjachril, Benny G. Setiono , Eddie Lembong, Effie Sari, Gilbert Wiryadinata , Hendra Surjana , Henry Boen , Judi W Leonardi  , Kahar Lukman , Karta Winata, Kuncoro Wibowo  , Michael Utama Purnama  ,Nancy Widjaja  , Ronald Sjarif  , Sudhamek AWS , Teddy Sugianto   dan Tjiandra Widjaja Wong .

Ketua Perhimpunan INTI Jateng Gouw Andy Siswanto didampingin Sekretaris Perhimpunan INTI Jateng Harwiyono, SH mengisahkan, pendirian Perhimpunan  INTI ini jug a dimaksudkan untuk merawat dan menyelesaikan masalah yang dihadapi etnis Tionghoa.

“Tujuan pendirian Perhimpunan INTI adalah menjadi organisasi yang maju, modern, bercitra internasional, berorientasi pada kebangsaan, menghargai hak asasi manusia, dan berperan aktif dalam dinamika proses pembangunan bangsa,” kata Andy Gouw.

Andy mengatakan, dengan konsen utama pada penyelesaian “masalah Tionghoa” di Indonesia merupakan visi utama pada saat dideklarasikan. Agar mampu mengikis diskriminasi yang merupakan warisan dari penjajah Belanda.

Namun seiring berjalan waktu, kata Andy, dengan adanya berbagai perbaikan. Mulai dari perubahan UU hingga pencabutan kebijakan yang diskriminatif. Perhimpunan INTI hari ini sebagai bagian integral bangsa Indonesia mempunyai visi untuk ikut bergotong royong membangun persatuan kesatuan serta kemajuan negara tercinta Indonesia.

Sejak berdiri, Perhimpunan INTI telah dipimpin beberapa tokoh yang terpilih melalui musyawarah nasional (MUNAS). Pada periode pertama tahun 1999-2005, Perhimpunan INTI dipimpin Eddie Lembong. Periode berikutnya, dari tahun 2005-2017 dipimpin oleh Rachman Hakim, kemudian Munas IV Perhimpunan INTI secara aklamasi memilih Teddy Sugianto sebagai Ketua Umum periode 2017 sampai 2021.

“Sampai dengan Juni 2020, Perhimpunan INTI memiliki Pengurus Daerah yang tersebar di 15 provinsi yaitu Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah,” kata Andy Gouw.

Sementara itu, kata Andy, Pengurus Cabang nya  tersebar di 63 kotamadya dan kabupaten di seluruh Indonesia. Ditambah beberapa Pengurus Kecamatan di Medan dan Batam. 

“INTI juga memiliki 2 organisasi sayap yaitu PINTI (Perempuan INTI) dan GEMA INTI (Generasi Muda INTI). Ada juga YEC INTI (Young Entreprenuers Council INTI) untuk para pengusaha muda,” kata Andy.

Perhimpunan INTI, sebagai sebuah organisasi juga  menggelar Program Beasiswa INTI bernama Beasiswa Pelangi yang diberikan untuk siswa-siswi SMA/SMK/Madrasah Aaliyah yang berprestasi tapi kurang mampu secara ekonomi.

“Sejak didirikan pada 2 Mei 2008 sampai dengan hari ini Pelangi tela h membantu sekitar 1300 anak Indonesia terlepas dari ancaman putus sekolah,” kata Andy.

Perhimpunan INTI dengan menggandeng pihak pemerintah, stake holder juga sering menggelar kegiatan bhakti sosial bagi masyarakat. Contoh kongretnya, tandas Andy,  dalam menghadapi pagebluk pandemi Covid 19 ini, Perhimpunan INTI dari seluruh Indonesia bergerak membantu pemerintah dengan mendonasikan APD ,  masker bagi tenaga kesehatan dan masyarakat  juga bantuan sembako.

“ Karena peranserta nyata Perhimpunan INTI mendapatkan ganjaran 2 penghargaan  dari  MURI belum lama ini,” kata Andy Gouw. (Christian Saputro)


Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter