Soal Polemik Wakil Bupati Kubu Raya, Werry Syahrial: Sudahlah

Mantan Calon Bupati Kubu Raya, Werry Syahrial. (Foto: Berkatnewstv.com)
inidata.id - Polemik antara Bupati Muda Mahendrawan dan Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo memantik perhatian masyarakat umum. Tidak terkecuali mantan calon Bupati Kubu Raya, Werry Syahrial.

Werry Syahrial menyayangkan adanya polemik yang terjadi di Kubu Raya. Ia pun berharap Muda – Jiwo kembali akur dan bersatu padu demi membangun Kubu Raya. Satu kata kunci yakni islah.
“Sudahlah jangan diperpanjang terus. Mas Jiwo dan Pak Muda kembali akur. Mas Jiwo dan Pak Muda harus bisa tunjukan sebagai seorang politikus sejati dan seorang negarawan,” ujar Werry Syahrial pada Kamis (25/6/2020).

Menurut dia, yang kalah melawan Muda – Jiwo saat bertarung di Pilkada 2018 lalu berbesar hati menerima hasil kekalahan. Sebab ia tak ingin pertarungan di sebuah Pilkada terus diperpanjang.

"Karena itu akan berdampak terhadap proses pemerintahan dan pembangunan Kubu Raya," kata Werry Syahrial sebagaimana diberitakan Berkatnewstv.com.

“Saya saja yang kalah tidak mau ribut, lalu kok Mas Jiwo dan Pak Muda yang menang sekarang jadi ribut. Saya kecewa melihat ini,” tutur politikus senior Kalbar ini.

Werry Syahrial meminta agar Sujiwo membatalkan pengunduran dirinya sebagai Wakil Bupati Kubu Raya. Sedangkan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan dapat mengakomodir kewenangan Wakil Bupati Kubu Raya.

“Fokuskan saja ke soal pembangunan apalagi saat ini kita sedang dilanda pandemi covid. Jadi, saya berharap Mas Jiwo tidak mundur dan Pak Muda dapat mengakomodir semuanya,” kata Werry Syahrial.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kubu Raya Suharso berharap, polemik yang terjadi hendaknya dapat diselesaikan secara damai dan kekeluargaan.

Apalagi ia sebutkan persoalan yang terjadi saat ini di dalam tatanan sebuah pemerintahan yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Sebab bupati, wakil bupati dan DPRD adalah simbol penyelenggara pemerintahan daeerah yang telah tertuang dalam undang-undang.

“Maka jika ada persoalan yang terjadi di pemerintahan harus dibicarakan secara bijak dan damai. DPRD di dalamnya tidak hanya sebatas partai pengusung, namun semuanya harus tampil ikut membantu menyelesaikan. Termasuk tokoh masyarakat, elemen masyarakat dan masyarakat ikut tampil,” ucap Suharso.

Dia menilai hari ini semua harus belajar menekan tensi. Paling tidak dapat menunjukan sedikit kedewasaan dalam bertata negara.

“Ada saatnya kita sebagai politikus. Contohnya pada saat Pemilu atau Pilkada namun ada saatnya kita berdiri sebagai negarawan,” kata Suharso.

Hari ini, menurut dia Kubu Raya membutuhkan pemikiran seorang negarawan. siapapun dia.

“Hari ini Kubu Raya terserang flu. Kewajiban kita bagaimana flu itu tidak melebar maka Kubu Raya butuh obat. Paling tidak sebagai obat penenang,” tutur salah satu tokoh pemekaran ini.

Suharso menilai, jabatan yang diemban merupakan amanah dari masyarakat maupun Allah SWT yang patut dijaga.

“Selain kita bertanggung jawab kepada masyarakat juga kepada Allah SWT,” kata Suharso.


Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter