Waspada, Kecanduan Media Sosial Bisa Ganggu Kesehatan Mental


inidata.id - Kita tidak bisa terlepas dari media sosial di era yang serba digital ini. Media sosial bisa dibilang sudah masuk ke bagian hidup sebagian besar orang yang sulit dipisahkan. Selain untuk saling berkomunikasi, media sosial menjadi sarana hiburan yang praktis untuk melepas penat. Saking tidak terpisahkan dari hidup kita, media sosial juga menjadi tempat untuk menumpahkan segala pikiran yang mengganjal dalam diri seseorang.

Tak sedikit orang yang sering curhat di akun media sosialnya mengenai kehidupan sehari-hari bahkan masalah pribadinya sekalipun. Perilaku ini bisa berdampak positif maupun negatif tergantung berita apa yang dibagikan ke akun media sosial. Namun, jika media sosial sering dijadikan tempat untuk menumpahkan masalah pribadinya, tentu bisa berdampak negatif di kemudian hari.

Dampak Sering Curhat di Media Sosial yang Perlu Diwaspadai

Risiko yang pasti kamu hadapi saat menceritakan masalah pribadi di media sosial adalah akan ada banyak orang yang mengetahui kehidupan pribadimu. Orang-orang yang suka curhat di media sosial mengenai masalahnya umumnya ingin mencari dukungan untuk dirinya sendiri.

Sebagaimana disitat dari Halodoc.com Orang-orang ini biasanya hanya punya sedikit teman atau tidak punya teman yang bisa diajak bercerita tentang masalahnya. Pada akhirnya, ia menumpahkannya ke media sosial untuk mendapatkan dukungan melalui komentar di akun media sosialnya.

Hal yang bisa jadi berbahaya, apa pun yang pernah kita tulis di akun media sosial akan menjadi jejak digital yang sulit dihilangkan. Meskipun, orang tersebut sudah menghapus tulisannya, belum tentu unggahan yang ia buat sudah benar-benar. Pasalnya, teknologi saat ini memungkinkan orang lain untuk memfoto atau screen shot maupun merekam layar unggahan di media sosial untuk disimpan di dalam galeri smartphone.

Terlebih, banyak perusahaan yang mengamati jejak akun media sosial seseorang sebelum direkrut menjadi karyawan mereka. Apabila perusahaan tersebut menemukan unggahan yang kurang baik, tentunya dapat menurunkan peluang pemilik akun untuk mendapatkan pekerjaan.

Kecanduan Media Sosial Bisa Ganggu Kesehatan Mental

Memang sulit membayangkan dunia tanpa media sosial. Menurut Social Media Today, rata-rata orang menghabiskan setidaknya tiga jam untuk membuka media sosial setiap harinya. Yang bikin mencengangkan, ini setara dengan waktu yang dihabiskan untuk makan dan minum, bersosialisasi, dan merawat diri setiap hari. Bahkan, menghabiskan waktu untuk membuka media sosial dapat berdampak negatif pada kesehatan mental. Akibatnya, seseorang rentan mengalami kecemasan, perasaan iri dan bahkan depresi.

Melansir dari Psychology Today, gangguan kecemasan media sosial adalah kondisi kesehatan mental yang mirip dengan gangguan kecemasan sosial atau gangguan kesehatan mental pada umumnya. Apalagi, seseorang yang sudah mengidap gangguan kecemasan sosial atau depresi bisa mengalami gejala yang lebih buruk ketika terlalu sering menggunakan media sosial.

Jaringan media sosial seperti Facebook, Twitter dan Instagram memang dapat bermanfaat bagi kehidupan. Namun, sarana bersosialisasi ini juga bisa menyebabkan masalah kesehatan mental termasuk kecemasan, kesepian, dan perasaan terisolasi. Sejumlah besar waktu yang dihabiskan untuk membuka media sosial juga dapat berdampak negatif pada hubungan pribadi seseorang dengan keluarga dan teman-temanya.

Kalau kamu sering menggunakan media sosial, sebaiknya mulai luangkan waktu untuk memeriksa apakah kebiasaan ini dapat memengaruhi suasana hati dan emosi yang kamu miliki. Melansir dari Clay Behavioral Health Center, cara ini membantu kamu mengidentifikasi jika perlu mengurangi penggunaan media sosial. Kalau kamu butuh bicara dengan psikolog, kamu bisa menghubunginya melalui aplikasi Halodoc. Melalui aplikasi Halodoc, kamu dapat menghubungi psikolog kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.


Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter