Wali Kota Edi Bilang Elpiji Subsidi Aman

inidata.id - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menegaskan, elpiji subsidi atau tabung tiga kilogram hingga saat ini stoknya cukup dan aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

"Hari ini kami bersama Pertamina melakukan operasi pasar menjual elpiji susbidi di kawasan Pasar Dahlia yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak dan harga jualnya sesuai HET(harga eceran tertinggi) sebesar Rp16.500 per tabung," kata Edi Rusdi Kamtono seusai meninjau langsung operasi pasar elpiji subsidi di Pontianak, Jumat, 24 Juli 2020.

Dia menjelaskan, antrian dalam seminggu terakhir disebabkan bukan elpiji subsidinya yang langka, tetapi di tingkat pengecer atau di warung harga jualnya lebih tinggi dari HET sebesar Rp16.500 per tabung, tetapi di tingkat pengecer (tidak resmi) bahkan harga jualnya bisa mencapai Rp22 ribu per tabung.

"Makanya, hari ini dilakukan operasi pasar elpiji subsidi sehingga memudahkan masyarakat yang memang berhak untuk mendapatkannya dengan harga jual sesuai HET," kata Wali Kota Edi.

Dia bilang, dalam hal ini (terjadinya antrean di pangkalan) pihaknya akan bekerjasama dengan pihak kepolisian dalam mengecek kalau ada pihak pangkalan atau pengecer yang memanfaatkan situasi seperti itu.

Wali Kota Edi mengingatkan kepada para pelaku usaha menengah, seperti restoran, rumah makan, serta rumah tangga yang tergolong mampu agar tidak menggunakan elpiji subsidi ini, tetapi bisa menggunakan yang nonsubsidi, seperti Bright Gas 5,5 kilogram ke atas.

"Supaya masyarakat yang tidak mampu bisa terlayani atau dengan mudah mendapatkan elpipi subsidi yang memang hak mereka (masyarakat tidak mampu) dan UKM," kata Wali Kota Edi.

Dia menambahkan, seharusnya stok atau kuota untuk Kota Pontianak sekitar 21 ribuan tabung per harinya sudah cukup.

"Silakan saja pihak rumah makan, restoran, hotel dan termasuk laundry untuk berusaha, tetapi jangan menggunakan elpiji subsidi, karena itu memang haknya masyarakat tidak mampu," kata Wali Kota Edi

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Edi menambahkan, pihaknya bersama instansi terkait akan melakukan razia atau sidak di rumah-rumah makan, restoran dan laudry agar mereka tidak menggunakan lagi elpiji tiga kilogram tersebut.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter