Gurihnya Bisnis Udang dan Peluang Lapangan Kerja Baru

inidata.id - Tambang  emas dan batubara tak lebih menguntungkan dari usaha tambak udang. Demikian disampaikan Haji Buntara, pemilik tambak udang PT Ujung Kulon Sukses Makmur Abadi.

"Tidak ada satu bisnis yang menjanjikan selain udang. Kalau saya boleh ngomong ekstrem tambak udang ini hanya bisa dikalahkan bisnis narkoba. Kalau tambang emas, batubara enggak bisa menang," kata Buntara di areal tambak Desa Ujung Jaya, Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten.

Dalam sekali panen, Buntara mengatakan, tambaknya berhasil memproduksi 400 sampai 450 ton udang per siklus tanam selama empat bulan.

"Penjualan kami stabil sejak tahun 2015. Sampai hari ini Alhamdulillah kami dikasih lancar sama Allah. Poduksi kami puncaknya di 2018, sekitar 1.600 ton per tahun dengan omset 1 tahun penjualan kira-kira Rp150 miliar," ujarnya dalam keterangan resminya.

PT UKSMA memiliki 43 kolam seluas kurang lebih 30 hektare dengan produksi rata-rata 40 ton per hektare lahan. Pengelolaan tambak menggunakan teknologi super intensif dengan kepadatan
benih 135 ekor per meter persegi. Tambak menggunakan main semi flok dengan pemberian pakan otomatis atau automatic feeder.

"Kami sistem (panen) parsial, karena kami punya target udang besar untuk mencapai kepala 2 (satu kilogram 20 ekor)," kata Buntara.

Dia meyakinkan bahwa bisnis tambak ini berkontribusi positif untuk perekonomian masyarakat setempat, sekaligus menggiurkan secara hitung-hitungan bisnis. Buntara menjelaskan bahwa bisnisnya menyerap mayoritas tenaga kerja lokal.

Dia mempekerjakan 193 orang karyawan tetap dengan gaji UMK Pandeglang, membekali mereka dengan BPJS, dan menyediakan bonus di setiap siklus tanam. Jumlah ini belum termasuk puluhan pekerja harian tidak tetap seperti pekerja bangunan.

"Tambak ini ada 4 manfaat. Pertama pengentasan pengangguran, kedua kemiskinan, ketiga, ketika mencegah urbanisasi, keempat mengubah peradaban. Kenapa saya bilang ikut mengentaskan pengangguran karena (bekerja) di tambak ini syaratnya paling gampang. Tidak perlu mainkan ijazah yang penting bisa baca," kata dia.

Terakhir, dia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan yang telah mendukung sektor budidaya, khususnya udang.

"Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Edhy Prabowo. Selama ini perizinan momok bagi kami, sekarang sudah menjadi yang sangat simpel. Saya pribadi berjuang 5 tahun sebelumnya untuk mengurus perizinan. Ini ibaratnya gunung es yang mencair. Baru kali ini Menteri komit dalam budidaya. Saya mewakili seluruh kawan-kawan petambak udang mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Edhy Prabowo yang benar-benar memberikan regulasi perizinan yang sangat mudah," ucapnya.


Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter