Aksi Protes Pemuda Tamalate Makassar

 


Aliansi Pemuda Tamalate Makassar melakukan aksi demo meminta Gubernur Sulsel agar segera mengambil langkah-langkah untuk memberhentikan pengerukan pasir di Kodigareng yang dilakukan PT Royal Boskalis.

Dalam hal ini orang no satu di Pemerintahan Sulsel semestinya sudah mengambil langkah-langkah tegas memberhentikan aktifitas PT Royal Boskalis. Yang dimana mereka secara langsung merusak ekosistem laut dan pemukiman layak huni Kodigareng. 

Pengerukan pasir di Pulau Kodigareng telah dirampas oleh aktivitas Kapal Queen of Netherlands sudah cukup lama beroperasi dimulai Desember 2019. 

Bung Amin dari Aliansi Pemuda Tamalate Makassar mendesak seluruh petinggi Sulsel Pemprov Sulsel, Dinas Lingkungan hidup, Pelindo |V, dan Polairut untuk segera membuka mata lebar-lebar dan melihat pengrusakan yang dilakukan oleh oknum mementingkan kepentingan pribadi bukan kepentingan seluruh masyrakat khususnya pulau Kodigareng.

Agar Masyrakat Pulau Kodigareng mata pencarian sebagai nelayan tidak terhambat dengan adanya kegiatan pengerukan pasir, dan segera seret para pelaku untuk segera mengambil langkah-langkah upaya pemberhentian aktivitas Kapal Queen of Netherlands PT Royal Boskalis dan apa bila tak memiliki Ijin tambang galian C.

Bung Amin dari Aliansi Pemuda Tamalate Makassar mendesak seluruh petinggi Sulsel untuk segera membuka mata lebar-lebar dan melihat pengrusakan yang dilakukan oleh oknum mementingkan kepentingan pribadi bukan kepentingan seluruh masyrakat khususnya pulau Kodigareng.

Dan apa bila dalam waktu 6x 24 jam hal ini tidak terindahkan  maka kami akan turun kembali dengan gerakan  massa yang lebih besar kata Amin

Hingga bubarnya demonstran di depan kantor Gubernur Sulsel yang dilakukan oleh Aliansi Pemuda Tamalate Makassar berjalan aman dan damai. (Rudi Daenk)

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter