Pernyataan Liputan6.com Soal Doxing Jurnalis Cakrayuri Nuralam

inidata.id - Liputan6.com mengecam keras tindakan teror melalui doxing. Kerja-kerja jurnalistik diatur Undang -Undang  Pers No.40 tahun 1999,  Kode Etik Jurnalistik, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber. Jika ada yang keberatan dengan pemberitaan Liputan6 com, ada banyak mekanisme yang disediakan oleh undang-undang itu. 
 
Wartawan tidak bekerja atas nama pribadinya, melainkan atas nama institusi dan dalam sistem yang dilindungi serta sekaligus patuh pada ketentuan undang-undang pers. Menjadikan wartawan sebagai sasaran dengan melakukan tindakan kekerasan seperti doxing, bukan saja salah alamat, tapi sangat berbahaya. 
 
Karena itu kami akan menempuh jalur hukum untuk merespon tindakan ini. Karena doxing adalah bentuk tindakan kekerasan dan jelas sangat berbahaya, apalagi mencantumkan link yang mengarah kepada alamat rumah, foto keluarga, termasuk foto anak bayi sang wartawan,  yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan materi berita yang ditulis. 
 
Dalam kasus ini, pelaku bukan saja mendoxing wartawan kami, tapi juga keluarga, menunjuk alamat rumah, nomor telepon, dan link akun privat yang mengarah ke foto keluarga, termasuk foto sang bayi. 

Terima kssih
 
Jakarta, 12 September 2020
Irna Gustiawati
Pimpinan Redaksi Liputan6.com
 
Kronologi Doxing terhadap Jurnalis Cek Fakta Liputan6.com
 
Nama koban: Cakrayuni Nuralam
Unit: Editorial/Kanal Cek Fakta
 
Pada 10 September 2020, korban mempublikasikan artikel cek fakta yang memverifikasi klaim yang menyebut, politisi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan merupakan cucu dari pendiri PKI di Sumatera Barat, Bachtaroeddin.

https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4352565/cek-fakta-tidak-benar-anggota-dpr-dari-fraksi-pdi-perjuangan-cucu-pendiri-pki-di-sumbar
 
Serangan doxing bermula pada Jumat 11 September 2020, dengan skala massif. Sekitar pukul 18.20 WIB, akun Instagram @d34th.5kull mengunggah foto korban tanpa izin dengan keterangan foto sebagai berikut:
"mentioned you in a comment: PEMANASAN DULU BRO‼️
No Baper ye jurnalis media rezim .
Hello cak @cakrayurinuralam .
Mau tenar kah,ogut bantu biar tenar � .
#d34th_5kull
#thewarriorssquad
#MediaPendukungPKI"
 
Kemudian, akun Instagram cyb3rw0lff__, cyb3rw0lff99.tm, _j4ck__5on__, dan __bit___chyd_____, menyusul dengan narasi seruoa
Sekitar pukul 21.03 WIB, akun @d34th.5kull mengunggah video dengan narasi: 
"mentioned you in a comment: Demi melindungi kawannya yang terjebak dalam pengeditan data di Wikipedia,oknum jurnalis rela melakukan pembodohan publik
Dan diikuti oleh team kecoa nya di masing-masing media rezim, sementara kita buka dulu 1 monyetnya...sisanya next
One Shoot
One Kill �☠️☠️�☠️ .
Instagram :
@Cakrayurinuralam
Link : https://instagram.com/cakrayurinuralam
Email : sevenjournalist@gmail.com
Facebook :
Cakrayuri Nuralam
Link : https://m.facebook.com/profile.php?id=1692936757
Twitter @cakrayuri
Link : https://twitter.com/Cakrayuri
https://www.linkedin.com/in/cakrayuri-nuralam-0b83b1110
https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4352565/cek-fakta-tidak-benar-anggota-dpr-dari-fraksi-pdi-perjuangan-cucu-pendiri-pki-di-sumbar
#d34th_5kull
#Thewarriorssquad
#AntiBangsatBangsa"
 
Unggahan seperti itu juga dibuat oleh pemilik akun __bit___chyd____. Mereka  membuat video dan mengambil data korban di media sosial.
 
Selanjutnya pada pukul 22.10 WIB, akun Instagram i.b.a.n.e.m.a.r.k.o.b.a.n.e juga mengunggah video serupa.

Bukti tangkapan layar:



Setidaknya ada empat akun yang teridentifikasi sebagai pelaku doxing, yakni:
Berdasarkan penelusuran kami, hanya dari satu akun saja, sudah banyak yang merepost. Dan itu hanya dalam hitungan jam: https://gramho.com/explore-hashtag/D34TH_5KULL


Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter