Tugas Operasi Kehormatan Bagi Prajurit

 Demi menjaga keamanan dan kondusifitas wilayah perbatasan Republik Indonesia-Malaysia, Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad memimpin upacara Pemberangkatan Satgas Pamtas RI-Malaysia Batalyon Infanteri 642/Kapuas yang dilaksanakan di Mayonif 642/Kps.

Sebanyak 450 personel yang tergabung dalam Satgas Pamtas Yonif 642/Kps nantinya akan melaksanakan tugas selama 9 bulan dalam rangka menjaga keutuhan NKRI yang berbatasan langsung dengan Malaysia, memelihara dan meningkatkan stabilitas keamanan dan kewibawaan pemerintah di wilayah perbatasan Kalbar, menjamin keutuhan wilayah dengan tidak terjadi pergeseran atau hilangnya patok batas, mencegah terjadinya aktifitas pelanggaran ilegal di wilayah perbatasan dan melaksanakan operasi pemberdayaan wilayah pertahanan darat di kawasan perbatasan.

Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad dalam amanatnya mengucapkan selamat kepada segenap prajurit Yonif 642/Kps yang telah mendapat kepercayaan dari pimpinan TNI, bangsa dan negara untuk melaksanakan tugas operasi pengamanan perbatasan RI-Malaysia. Hal ini merupakan kehormatan dan tugas mulia untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Tugas operasi bagi prajurit TNI merupakan wujud nyata pengabdian kepada negara dan bangsa serta suatu tugas kehormatan yang dipercayakan kepadanya. 

"Sebagai Patriot dan Bhayangkari Negara, tugas operasi merupakan tuntutan tugas diatas segala-galanya, hal ini dilaksanakan demi tetap tegaknya kedaulatan wilayah NKRI," ucap Pangdam selaku Pangkoopsdam XII/Tpr.

Hal tersebut sebagaimana telah tertuang dalam UU No 34 tahun 2004, bahwa tugas pokok TNI yaitu menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI serta melindungi segenap bangsa Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad menyampaikan, adapun tugas lain yang perlu dikembangkan oleh Satgas Yonif 642/Kps untuk mendukung pelaksanaan tugas diantaranya, melaksanakan kegiatan pembinaan Teritorial Terbatas, meningkatkan rasa cinta tanah air dan wawasan kebangsaan kepada masyarakat, melaksanakan kegiatan lain yang dikoordinir oleh Dankolakoopsrem atau Danrem 121/ABW yang dikoordinasikan dengan Satgaster Sektor Barat yaitu Kodim 1202/Skw, Kodim 1204/Sgu dan Kodim 1208/Sbs.

Untuk itu, kepada prajurit yang tergabung dalam Satgas ini Pangdam XII/Tpr berharap, untuk membulatkan tekad dan komitmen terkait dangan tugas-tugas yang akan dihadapi, sehingga secara fisik maupun mental akan terkonsentrasi sepenuhnya bagi pelaksanaan tugas operasi. Berbagai persiapan yang telah dilaksanakan selama ini termasuk pembekalan keterampilan taktik serta teknik pengamanan dan pertempuran, diharapkan dapat dijadikan sebagai pegangan dalam menghadapi segala kemungkinan permasalahan yang akan timbul di lapangan. 

"Yakinlah, bahwa latihan yang sudah   dilaksanakan tidak akan pernah sia-sia dan diharapkan dapat membuahkan hasil yang optimal, baik bagi kalian sendiri maupun bagi kemampuan satuan saat melaksanakan tugas," ujar Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad.

Selanjutnya juga menyampaikan, adapun potensi ancaman yang sering muncul di Sektor Barat diantaranya: illegal logging, illegal trading, pelintas batas ilegal, penyelundupan Narkoba, muhandak, sembako dan peredaran senjata rakitan.

 Ada juga potensi hambatan yang nantinya akan sering dihadapi diantaranya, pendistribusian logistik akan terhambat dikarenakan masih terkendala oleh kondisi jalan yang rusak dan berlumpur apabila curah hujan tinggi, terutama di Pos Palapasang dan Pos Gun Tembawang, dalam pengiriman berita/informasi melalui telepon/Internet masih terkendala oleh signal yang belum ada yaitu di Pos Camar Bulan, Entabang, Serangkang, Palapasang dan Gun Tembawang.

Pangkoopsdam XII/Tpr menekankan kepada prajurit Satgas Pamtas Yonif 642/Kps diantaranya, segera mengenali dan mempelajari situasi daerah operasi serta menguasai permasalahan yang timbul di masyarakat, para Danpos agar memberikan sikap tauladan yang baik untuk menjadi acuan prajurit, selalu menjaga nama baik satuan dengan menghindari permasalahan yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga maupun satuan, tidak mengambil alih peran para tokoh, tetapi harus mendukung ketokohannya agar lebih mendapat dukungan dari masyarakat setempat. 

Kemudian juga, selalu melakukan pengawasan terhadap anggota pos dalam melaksanakan kegiatan, sehingga dapat terarah dan meminimalisir terjadinya pelanggaran, mengembangkan inovasi dan kreasi dalam pelaksanaan tugas, sehingga keberadaan Satgas ini dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan masyarakat di wilayah perbatasan, memperhatikan faktor keamanan baik personel maupun materiil dalam pelaksanaan tugas. 

Serta, melaksanakan tugas pengamanan perbatasan secara profesional dalam menjaga integritas NKRI dari ancaman dan berbagai aksi yang mengganggu keamanan perbatasan darat RI-Malaysia. Selalu mempedomani protokol kesehatan dalam setiap melaksanakan kegiatan, serta menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat wilayah perbatasan tentang penerapan adaptasi kebiasaan baru guna mewujudkan masyarakat produktif dan aman Covid-19.

"Akhirnya, marilah kita bulatkan tekad untuk selalu mengabdi kepada bangsa dan negara yang sangat kita cintai. Selamat Jalan dan Selamat Bertugas," ucap Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad mengakhiri. 

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter