Catat, Ini Pemahaman Sistem Deteksi Dini dari Basarnas

inidata.id - Direktorat Sistem Komunikasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)  melakukan Sosialisasi sistem deteksi dini. Sistem deteksi dini ini bertujuan untuk meregistrasi sinyal pandu atau rambu (beacon).

 Adapun beacon adalah emergency Position Indicating Radio Beacon ( EPIRB, terdapat pada kapal laut ) dan Emergency Locator Transmitter (ELT, terdapat pada pesawat terbang ) serta Personal Locator Beacon (PLB terdapat pada perorangan) nantinya diharapkan dapat memudahkan dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan jika suatu saat alat tersebut memancarkan sinyal marabahaya.

Demikian hal itu dikatakan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan kelas A Pontianak, Yopi Haryadi. Dia bilang, Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak sejak Januari hingga Oktober 2020 telah melakukan 77 operasi pencarian dan pertolongan. Yang di mana 32 di antaranya adalah kecelakaan pelayaran dan letak geografis yang berbatasan dengan alur laut kepulauan ( ALKI I ).

"Hal tersebut menyebabkan pentingnya pendeteksian secara dini, sehingga informasi kejadian kecelakaan dapat secara cepat diketahui," ucapnya disitat dalam keterangan resminya Selasa (27/10/2020).

Dia mengingatkan, pentingnya peran stakeholder dalam hal ini. Perusahaan pelayaran, penerbangan dan perorangan harus paham  betul dalam penggunaan EPIRB,ELT dan PLB ini.

"Terlebih EPIRB  sering kita jumpai sinyal darurat terpancar dari kapal laut. Akan tetapi setelah dilakukan pengecekan posisi EPIRB terpancar berada di daratan pada saat sandar saat dilakukan perbaikan pada kapal" kata Yopi Haryadi.

Yopi Haryadi berkata, sosialisasi ini dilakukan gratis tanpa pungutan biaya. Sebab, sosialisasi ini dilakukan untuk menyamakan persepsi. Dia mengimbau agar melakukan registrasi, registrasi dilakukan gratis tanpa dipungut biaya.



Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter