Melihat dari Dekat Gedung Auditorium Teranyar Kampus UPB Pontianak

inidata.id - Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak melakukan uji coba gedung auditoriuim yang hampir rampung dibangun, Senin (2/10). Gedung dengan kapasitas 1.500 orang itu diharapkan bisa bermanfaat tidak hanya bagi kampus tapi juga masyarakat secara umum.

Sekteraris Yayasan Panca Bhakti Pontianak Thadeus Yus mengungkapkan, pembangunan sudah dimulai sejak awal Desember tahun lalu. Butuh waktu lebih kurang selama sembilan bulan sampai gedung auditorium ini rampung. Sementara anggaran yang digunakan mencapai sekitar Rp10 miliar. 

"Fasilitas yang ada sudah semi modern. Mungkin ini menjadi yang pertama di Kalbar dengan kelengkapan fasilitas yang luar biasa," katanya susai uji coba.

Dari konsep arsitektur bangunannya sendiri UPB berusaha menunjukkan bahwa kampus tersebut sangat menjunjung keberagaman. Dengan menghadirkan berbagai motif khas suku-suku yang ada di Indonesia, mulai dari dayak, melayu, jawa dan lain sebagainya.


 "Kami ingin kampus UPB ini adalah kampus nasional, milik bersama semua orang," kata Thadeus yang juga ketua pembangunan.

Thadeus berkata, semua pembiayaan pembangunan murni dari pihak kampus tanpa ada bantuan dari pihak manapun. Sementara untuk penyempurnaannya nanti, pihaknya baru akan mencari donatur. Ia menilai pembangunan gedung di UPB memang sangat mendesak dan dibutuhkan.

Gedung baru ini nantinya bisa digunakan untuk publik secara umum. Jadi tidak hanya untuk kegiatan kampus, tapi juga kegiatan masyarakat. 

"Seperti sebelumnya sering digunakan sebagai tempat pesta pernikahan dan kegiatan apapun, bisa pertemuan, seminar dan lain sebagainya," katanya.

Dalam kesempatan yang sama Rektor UPB Purwanto mengatakan, pelaksanaan pembangunan fasilitas di UPB memang terus dilakukan percepatan. Termasuk untuk gedung auditorium ini. Selain itu pihaknya juga berkomitmen bersama Pemprov Kalbar, dimana 30 persen areal UPB dengan luas sekitar lima hektare, bakal menjadi ruang terbuka hijau (RTH). Di sana bakal ditanam berbagai pohon khas kalimantan.

Selain itu tahun depan UPB juga bakal dicanangkan sebagai kampus cyber. Salah satu persiapannya dengan menyediakan listrik premium di samping gedung auditorium. 

"Mudah-mudahan di akhir tahun ini bisa kami realisasikan dan tahun depan kami juga akan membangun fiber optik," katanya.

Kampus UPB diharapkan bisa merefleksikan miniatur Indonesia. Dengan semboyan kampus yang pluralis, nasionalis dan humanis. "Itu bisa dilihat, mahasiswa dari berbagai daerah se-Indonesia cukup banyak yang berkuliah di sini," tutupnya.

Pembina Yayasan Panca Bhakti Pontianak Rihat Natsir Silalahi menambahkan, dari hasil uji coba ini laporan dari tim pembangunan cukup menggembirakan. Dimana proses pembangunan gedung auditorium sudah mencapai 95 persen lebih.

"Kami berterima kasih, walaupun di era pandemi Covid-19, bisa kami membangun, tentunya pembangunan ini dalam upaya UPB selaku universitas swasta tertua di Pontianak bisa menciptakan SDM, dalam rangka menyambut bonus demografi," katanya.

Sarana dan prasarana menurutnya menjadi bagian penting dari proses belajar mengajar di kampus. Dengan sarana dan prasarana yang baik tentu dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Tujuannya agar UPB bisa berkontribusi positif dalam membangun SDM yang berdaya saing di daerah ini.

Pihak UPB juga mengundang salah satu musisi sekaligus penyanyi Kalbar untuk didengarkan pendapatnya tentang akustik gedung dimaksud. Yaitu Emi Puterina yang juga Sekretaris Litbang Kalbar saat dimintai pendapatnya mengatakan, bahwa keberadaan gedung ini membawa manfaat yang besat bagi musisi di Kalbar. Bahkan bisa dirasakan nanti di tingkat nasional maupun internasional.

"Selama ini Kalbar belum mempunyai tempat yg representatif untuk gedung pertunjukan. Adanya gedung ini membawa angin segar bagi musisi Kalbar, dimana setelah melihat presentasi di sana, gedung tersebut bisa dipergunakan juga untuk konser musik atau pertunjukan seni. 

Selama ini yang jadi permasalahan gedung-gedung yang ada menurutnya adalah akustik ruang untuk bermusik belum sepenuhnya tercapai. Gema yang berlebihan dan tidak dilibatkannya konsultan akustik dalam tahap awal perencanaan ruang, bisa membuat gedung yang megah menjadi mubazir. 

"Alhamdulillah dari pihak UPB sangat jeli sekali. Tadi kami lihat pada uji coba, pantulan atau gema bisa diminimalisir. Dan nanti ke depannya fungsi soundman dan sound engineering dapat melakukan tugasnya dengan baik," kata Emi dalam keterangan resminya.



Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter