-->

KS

Cara Kembangkan Aplikasi Asap Digital di Kalimantan

inidata.id-Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mendukung pemasangan kamera pengawas. Tujuannya demi mengawasi lahan yang terbakar di sekitar Bandara Supadio Pontianak di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Setelah Om dan Tante membaca artikel ini bisa mendukungnya dengan cara nyawer melalui tombol di bawah:

      Dukung Inidata.id tetap ada  

"Kawasan bandara merupakan lahan yang sering dilanda kebakaran. Bandara merupakan objek vital dan apabila terjadi kebakaran lahan dapat mengganggu lalu lintas penerbangan," kata Gubernur Sutarmidji.

Dengan alat ini kamera aplikasi asap digital, dia bilang bisa mendeteksi pelaku. Jika dizoomin, bisa terlihat siapa yang bakar, siapa yang melakukan apa. 

"Itu dapat kita tindak. Kalau perlu secepat-cepatnya," kata Sutarmidji.

Dia menegaskan dua kamera pengawas yang terpasang tetap dapat dioptimalkan. Pemasangan kamera pengawas ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi Kalbar dan aparat keamanan demi mencegah kebakaran hutan dan lahan di wilayah ini. 

"Ini salah satu upaya untuk menyempurnakan sistem yang sudah ada. Kita akan mencari sistem yang paling efektif," katanya.

Disinggung mengenai masalah embung yang ditanyakan Bupati Landak Karolin Margret Natasa, Gubernur Kalbar Sutarmidji bilang, embung harus dimiliki semua perusahaan perkebunan. Embung berukuran 20x20x2 meter untuk setiap 500 hektare belum efektif.

"Kalau di lahan yang ada sedikit gambut kita, dua meter itu tidak efektif. Kalau hujan mungkin terisi air. Kalau kemarau? Panas seminggu mungkin sudah kosong. Jadi seharusnya empung harus lebih dalam lagi, enam meter," katanya.

Dia mengingatkan, selain perusahaan, kabupaten juga wajib memiliki embung. Setiap 500 hektare harus ada satu empung ukuran 20x20x2 meter. 

Karena lahan kita bukan mineral, jadi lebih dalam lagi harusnya. Kabupaten wajib punya, perusahaan juga wajib punya embung," katanya.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Remigius Sigid Tri Hardjanto merinci, saat ini Kalimantan Barat sedang mengembangkan aplikasi bernama asap digital. Aplikasi ini berguna untuk menginformasikan kebakaran yang terjadi mulai dari asal titik api, proses terbakarnya lahan, kondisi asap secara berkala. Informasi Karhutla didapat dari kamera pengawas yang dipasang di menara Telkomsel.

"Kamera pengawas akan difokusikan di sekitar Bandara Supadio supaya bisa mengetahui secara pasti seandainya ada kebakaran hutan dan lahan. Apabila informasi masuk mengenai ada kejadian kebakaran hutan, kita bisa segera merespons dan cepat untuk memadamkan, sehingga tidak mengganggu penerbangan," katanya.

Setelah Om dan Tante membaca artikel ini bisa mendukungnya dengan cara nyawer melalui tombol di bawah:

      Dukung Inidata.id tetap ada  

Related Posts

Posting Komentar

Kiri Ads

Subscribe Our Newsletter