-->

Dongeng Berkelindan di Tanjung Intan

Tiba-tiba ia datang menghampiri  ‘bolehkah kami bertige ikut membacakan cerite nya? Kaget juga. Akhirnya mereka bertiga membacakan beberapa bagian cerita. Dengan bergantian. 

"Kite pindah dulu," kata Fakhrul. Sesaat setelah kami tiba. Bagian dalam masjid lama sedang di perbaiki. Akhirnya kite pun pindah ke bagian dalam masjid baru di depannya. Mesjid At-Tamini, merupakan salah satu bangunan mesjid tua yang ada di Kabupaten Kubu Raya. 

Tepatnya di Sui Kupah, Kecamatan Kakap. Dari usia, bentuk, bahan serta sejarah yang menyertainya, bangunan ini sudah sepatutnya masuk dalam benda cagar budaya. 

Nama mesjid At-Tamini di nisbahkan kepada H Attamini. Seorang saudagar ternama di daerah ini. Bangunan masjid lama yang terbuat dari kayu belian dan berbentuk panggung hingga saat ini masih berdiri dan dijaga keasliannya. Sedang bangunan masjid yang baru dibangun tepat didepannya.

 Keberadaan bangunan masjid lama yang masih dilestarikan serta bangunan baru yang lebih luas dan kokoh ini bisa menjadi model bagi bangunan serupa di tempat lain. 

Melestarikan dan menjaga sejarah bangunan sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua-tua. Berdampingan fungsi dengan bangunan masjid baru untuk menampung kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

Sabtu, 27 Maret 2021. Hari ini lebih awal kegiatan kami lakukan dalam rangkaian kegiatan memperingati Hari Dongeng Sedunia. Setelah dibuka oleh Fakhrul, kami pun langsung  menghantarkan cerita dongeng. 

Dibuka dengan menonton dongeng ‘Asal Usul Rusa’. Tampak serius mereka menyaksikan. Walau kadang riuh reda mereka berinteraksi dengan gaya khas anak-anak. Sesekali Tuti Awaliyah dan ibu Nailul Munah, yang mendampingi dan mengajarkan mereka menertibkan. 

Akhir pemutaran tak lupa dijelaskan nilai-nilai pelajaran dari cerita itu. Seperti harus patuh dan membantu orang tua. Tidak boleh malas serta harus saling pengertian.

Setelahnya, kata demi kata tersampaikan dengan mimik dan intonasi oleh Ahmad Sofian, penulis-penggiat literasi di Kubu Raya.  Kali ini dengan cerita rakyat berjudul Asal Usul Rusa. Dengan mengenakan Tanjak di kepalanya.  Sesekali anak-anak di ajak berdialog. Agar nilai- nilai yang ada di dalam cerita itu di pahami oleh anak-anak. 

Saat cerita sudah hampir setengahnya. Tiba-tiba ada tiga orang anak datang menghampiri.  Ramadani, Amanda dan Suci   ‘Bolehkah kami bertige ikut membacakan cerite nya?  Kaget juga. Akhirnya mereka bertiga membacakan beberapa bagian cerita. Dengan bergantian. 

Kejadian ini serasa memberi angin sejuk. Seolah memberi tanda bahwa gerakan literasi membacakan yang juga di lakukan di tempat ini masih dilaksanakan dan berhasil. Ketiga anak itu pun menyisahkan bagian akhir cerita. 1 babak sekitar 3-4 paragraf. 

Selesai membacakan dongeng tak lupa kami berfoto bersama. Dari rangkaian kegiatan di At-tamini Sungai Kupah ini, kami pun segera bergegas. Untuk segera berkelindan menuju ke taman baca (TPA) Siradjul Munir di Sungai Tekong. 

Letaknya tidak begitu jauh dan masih satu arah menuju mercusuar Teluk Bediri di muara Sungai Kapuas. Dari taman baca At-Tamini menempuh waktu sekitar 20 menit.

Sesampainya di lokasi. Anak-anak berdatangan. Tak kira. Sangat ramai mereka berkumpul. Luar biasa’. Kami pun langsung bersiap. ‘Tadi anak-anak sudah menunggu dari jam 2 kata’ bang Sam.  ‘Antusias dan semangat anak-anak begitu mendengar akan nada kegiatan ini. Tak lupa tentunya kami mengucapkan terima kasih’ tambahnya membuka acara.

Kegiatan dalam rangka memperingati hari dongeng sedunia di taman baca (TPA) Siradjul Munir ini dibuka dengan menyaksikan pemutaran dongeng berjudul ‘Bunga Mawar yang Sombong’.

Dilanjutkan dengan menyampaikan cerita rakyat. Anak-anak diberi beberapa pilihan untuk mereka mau dibacakan cerita rakyat yang mana. ‘Sebagai pemantik untuk anak-anak lebih interaktif dan terlibat‘ kata Ahmad Sofian. Ada tiga buku cerita rakyat yang di perlihatkan. Akhirnya sebagian besar memilih certita rakyat yang berjudul Anak Antu. ‘ Hiiiiiiiii’... kata beberapa anak, sambil mengeluarkan mimik seolah ketakutan.  

Judulnya memang Anak Antu, tapi ini bukan cerita seram. Itu istilah sj. Bukan cerita anak hantu. ‘Untuk itu kite dengarkan cerite ini ya?’. Cerita pun disampaikan dengan mimik dan intonasi oleh Ahmad Sofian, penulis-penggiat literasi di Kubu Raya.  

Pelaksanaan rangkaian kegiatan memperingati Hari Dongeng berlangsung sejak tangga 12  hingga direncanakan 28 maret.  Dimulai dengan diskusi, persiapan, pelatihan bagi para penggiat literasi. Hingga proses mendongeng, membacakan cerita di sejumlah taman baca di Dusun Wonosari Tebang Kacang, Dusun Lingga Selatan, Tanjung Saleh, Rasau Jaya, Punggur Kecil serta beberapa lokasi lainnya di Kabupaten Kubu Raya. Penerapan protokol kesehatan menjadi hal penting dalam setiap kegiatan ini. 

"Setelah di Desa Sungai Kupah ini, selanjutnya kami akan mendongeng ke Desa Rasau Jaya, Kecamatan Sungai Raya," kata Ahmad Sofian. (R #7)



Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter